Berita

Ivanovic/Net

Global

Politisi Terkemuka Serbia Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

RABU, 17 JANUARI 2018 | 09:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang politisi Serbia Kosovo terkemuka, Oliver Ivanovic ditembak mati di luar kantor partainya di wilayah Mitrovica yang dikelola Serbia pekan ini.

Pengacaranya, Nebojsa Vlajic menjelaskan bahwa Ivanovic ditembak sebanyak empat kali di dada dan meninggal ketika dilarikan ke rumah sakit.

Ivanovic yang berusia 64 tahun dipandang sebagai pemimpin Serbia Kosovo moderat. Dia memimpin sebuah partai Serbia Kosovo yang disebut Freedom, Democracy, Justice. Dia telah memainkan peran utama dalam negosiasi dengan NATO dan Uni Eropa.


Dia menghadapi pemeriksaan ulang atas dugaan kejahatan perang terhadap etnis Albania yang dilakukan pada tahun 1999.

Pada bulan Januari 2016, hakim Uni Eropa di Kosovo menghukumnya sembilan tahun, namun putusan tersebut dibatalkan oleh pengadilan banding setahun kemudian. Ivanovic membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Pemerintah Serbia menanggapi dengan marah atas kabar pembunuhan Ivanovic dan menyebutnya sebagai serangan terhadap seluruh bangsa.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan pada hari Selasa bahwa negaranya harus bergabung dalam penyelidikan pembunuhan tersebut. Serbia juga menyatakan siap untuk melakukan penyelidikan sendiri.

"Bagi Serbia ini adalah tindakan terorisme dan kami akan memperlakukannya sesuai," kata Vucic.

Sementara Presiden Kosovo Hashim Thaci mengatakan bahwa pemerintahnya dengan tegas mengutuk pembunuhan tersebut, dan berjanji untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya