Berita

Tony Chapron/Net

Olahraga

Insiden Konyol Wasit Chapron

Nantes vs PSG 0-1
SELASA, 16 JANUARI 2018 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Paris Saint-Germain menyambangi markas Nantes tanpa ke­hadiran Neymar pada laga pekan ke-20 Ligue 1 di La Beaujoire, dinihari, kemarin. Meski de­mikian Les Parisiens tetap bisa mencuri poin penuh.

Angel Di Maria menjadi pahl­awan PSG berkat gol pada menit ke-12. Pemain sayap lincah asal Argentina itu memanfaatkan kombinasi kerja sama dia den­gan Edinson Cavani dan gerak tipu Kylian Mbappe. Skor 1-0 vital karena PSG pada laga ini tampil tanpa penyerang andalan mereka, Neymar yang absen akibat mengalami cidera tulang rusuk.

Bagi PSG, gol tunggal Di Maria menambah torehan mereka menjadi 53 poin.


Kubu Paris sudah memimpin jauh 11 poin di atas tim peringkat kedua dan ketiga, AS Monaco serta Olympique Lyon. Adapun Nantes berada di peringkat kelima dengan koleksi 33 angka.

Di laga tersebut sempat ter­jadi kontroversi lantaran keputusan wasit Tony Chapron yang memberi kartu merah kepada punggawa Nantes Diego Carlos setelah keduanya bersenggolan di menit-menit akhir pertand­ingan yang membuat Chapron terjatuh.

Yang mengejutkan, Chapron bukan cuma bereaksi dengan menjulurkan kaki dalam usaha menekel Carlos melainkan juga memberinya kartu kuning kedua dalam laga, sebuah kartu merah. Tiga menit kemudian Chapron meniup peluit akhir.

Mengamati tayangan ulang, sebenarnya justru Chapron yang tiba-tiba memotong jalur lari Carlos sebelum keduanya ber­senggolan. Kubu Nantes pun bereaksi keras dengan insiden tersebut.

Chairman Nantes Waldemar Kita menyebut, Chapron harus diskors selama enam bulan akibat keputusan memalukan tersebut.

"Ini benar-benar konyol dan memalukan. Harusnya Tony Chapron dihukum enam bulan. Tapi jika saya bicara terlalu banyak, saya bisa dipanggil ke Komite Etik. Kami tak punya hak bicara apa-apa," kata Kita dikutip BBC. *** 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya