Berita

Kesehatan

Puluhan Anak Asmat Meninggal, Menkes Jangan Lempar Tanggung Jawab

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 13:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PDI Perjuangan meminta Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek tidak lempar tanggung jawab atas kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua.

Politisi PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan, Menteri Nila sebagai pemimpin di sektor kesehatan tidak boleh lepas tangan atas kasus campak dan gizi buruk yang telah terjadi selama empat bulan, dan mengakibatkan 26 anak meninggal dunia.

"Kementerian Kesehatan yang seharusnya memonitor penanganan medis sejak awal munculnya penyakit dan memimpin saat terjadi KLB. Bukan malah berdalih otonomi khusus di Papua sehingga pemerintah daerah yang harus bertanggung jawab sendirian," ujarnya kepada wartawan, Senin (15/1).


Menurut Ribka, kasus itu merupakan masalah klasik yang selalu terjadi di Papua, yaitu jarak antara pemukiman warga dan Puskesmas yang jauh. Seharusnya, masalah tersebut menjadi evaluasi pemerintah daerah dan pusat karena terjadi sejak zaman Orde Baru.

"Sebagai mitra kerja menteri kesehatan saya menganggap Nila Moeloek gagal menjalankan tugasnya memberikan layanan dasar kesehatan," ujar anggota Komisi IX DPR itu.

Secara khusus, Ribka meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menegur sikap pembantunya tersebut. Selain itu, Jokowi juga harus segera menginstruksikan langsung gubernur Papua dan bupati Asmat untuk mengmabil tindakan darurat agar mencegah bertambahnya korban jiwa.

"Duka saya untuk keluarga korban. Semoga tidak berulang dan menjadi pelajaran berharga untuk semua pemangku kebijakan baik di pusat maupun di daerah," tutupnya. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya