Berita

Dada Rosada/net

Nusantara

Ridwan Kamil Biasa-biasa Saja, Belum Bisa Menyamai Dada Rosada

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 14:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di berbagai kesempatan, Walikota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), selalu membanggakan pertumbuhan ekonomi kota yang dipimpinnya mencapai 7,79 persen.

Pertumbuhan tersebut memang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, ternyata pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pernah mencapai angka 8,53 persen.


Angka itu tercapai di masa pemerintahan Walikota Dada Rosada (tahun 2012), walaupun kemudian melambat ke angka 7,84 persen di tahun berikutnya. Dada Rosada adalah Walikota Bandung dua periode (2003-2013) yang sekarang masih berstatus terpidana 10 tahun penjara karena kasus penyauapan hakim.

Hal itu terungkap saat RMOL Jabar mewawancarai Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kota Bandung, Sri Sundari, di Kantor BPS Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

"Ya, sesuai dengan data yang kami miliki memang begitu," katanya.

Pertumbuhan ekonomi Bandung pada 2012 mencapai 8,53 persen; tahun 2013 melambat jadi 7,84 persen; tahun 2014 pertumbuhannya kian melambat  jadi 7,72 persen. Lalu tahun 2015 pertumbuhannya terus melambat jadi 7,64 persen.

Baru tahun 2016 pertumbuhan ekonomi kota Bandung mengalami rebound menjadi 7,79 persen.

Sri buru-buru memberi penjelasan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung di masa kepemimpinan Emil bisa dipengaruhi banyak faktor. Misalnya, faktor internal (kebijakan pemerintah kota), dan bisa juga karena faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro nasional serta kebijakan pemerintah pusat.

"Salah satunya kebijakan kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif listrik yang diterapkan oleh pemerintah pusat," sebut Sri. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya