Berita

Marc Marquez/Net

Olahraga

Yamaha Intip The Baby Alien

Motogp
SABTU, 13 JANUARI 2018 | 11:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Patah tumbuh hilang berganti. Pepatah ini cocok untuk pebalap MotoGP di tengah me­lejit di bursa transfer, Marc Marquez.

Pebalap Repsol Honda ini dan 11 pe­balap top lainnya akan mengakhiri masa bak­tinya bersama tim di MotoGP dengan ta­waran gaji yang besar.

Semisal Marquez dan Valentino Rossi. Kontrak mereka akan berakhir pada tahun ini sehingga speku­lasi tentang keduanya akan terus berlangsung setidaknya hingga par­uh pertama selesai.


Berdasarkan laporani TMS Sports, The Baby Alien-julukan Marquez berada di puncak daftar gaji pebalap di MotoGP 2018 dengan 11,5 juta Dolar AS atau setara Rp 154,6 mil­iar musim ini. Dia unggul hingga1,5 juta Dolar AS atas Rossi.

Namun, tim Repsol Honda maupun Movistar Yamaha masih ingin terburu-buru dalam menentukan sikap. Marquez masih memiliki kemungkinan mengikuti jejak Jorge Lorenzo dengan memutuskan pindah setelah sembilan tahun membela tim Yamaha. Sejumlah tim terus dikaitkan dengan masa depan pemilik nomor 93 itu yakni KTM, Ducati, dan terbaru tim Yamaha.

Danilo Petrucci, pebalap dari tim OCTO Pramac Racing meng­klaim bahwa Marquez adalah pantas dipertahankan, meskipun harus digaji lebih besar karena punya nilai lebih.

"Marquez akan memonopoli kejuaraan di tahun-tahun men­datang. Dia sepertinya tidak takut jatuh dan menyakiti dirinya sendiri," tandasnya.

Kendati demikian, Tim Movistar Yamaha tampaknya akan memantau perkembangan mengenai masa depan Marquez sem­bari melihat peluang juara dunia Rossi di musim ini. Jika The Doctor kembali gagal merebut gelar MotoGP di musim ibu, maka nasibnya makin berada di ujung tanduk. ***

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya