Berita

Politik

6 Solusi PKS Atasi Kenaikan Harga Beras

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 17:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah perlu segera mengambil langkah antisipatif dan solutif merespons kenaikan harga beras beberapa pekan terakhir ini. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan enam langkah yang mesti diambil pemerintah.

"Pertama, Pemerintah perlu meninjau kembali Permendag No.51/2017 dan Permentan No. 31/2017. Kebijakan penetapan HET (harga eceran tertinggi) untuk jenis beras medium dan premium telah berdampak terhadap ketersediaan beras jenis medium dan premium," kata Ketua Bidang Ekonomi, Industri, Teknologi, Lingkungan Hidup (Ekuinteklh) DPP PKS Memed Sosiawan melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (12/1).

Ia menerangkan, dengan margin harga HET yang lebar antara jenis premium dan medium, para pedagang lebih cenderung beralih ke jenis premium.


"Faktor ini yang diduga sebagai pemicu kenaikan harga beras jenis Medium. Kondisi ini memperlihatkan Pemerintah gagal dalam mengendalikan harga beras pada saat pasokan beras mencukupi," papar Memed.

Selanjutnya pemerintah perlu mengatur kembali kebijakan HET yang ternyata tidak mampu meredam kenaikan harga sehingga menimbulkan inflasi.

"Kebijakan pengaturan HET sebaiknya hanya pada level beras jenis Medium, sedangkan jenis Premium dilepas sesuai dengan mekanisme pasar," ungkap dia.

Ketiga, Memed mendesak adanya perbaikan tata niaga beras sehingga bisa lebih menyederhanakan rantai pasok yang masih terlalu panjang di pasar. Kondisi tersebut masih membuka peluang dan kesempatan para tengkulak untuk bermain di Pasar.

"Keberadaan Satgas Pangan yang sudah dibentuk Pemerintah belum efektif untuk mengawal harga," ujar dia.

Keempat, peran Bulog sebagai lembaga penyangga pangan nasional perlu kembali diperkuat. Hal ini, ungkap dia, bisa memperkuat kembali fungsi kontrol Pemerintah terhadap pasokan beras dan stabilitas harga di pasar.

"Kemudian, pemerintah hendaknya memfasilitasi penguatan kelembagaan ekonomi petani sehingga mampu bermitra langsung dengan Bulog dan atau penggilingan padi," terangnya.

Terakhir, Memed menyebut, pemerintah harus mencari solusi yang lebih baik selain Impor. Kebijakan Impor beras merupakan pukulan berat bagi petani karena menekan harga psikologi ekonomi beras petani.

"Kebijakan impor hanya menunjukkan ketidakmampuan Pemerintah dalam mengelola beras nasional, dimana pada saat produksi tinggi harga beras justru naik. Perlu ada evaluasi terhadap pejabat terkait baik di level kebijakan maupun teknis," tutup Memed.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya