Berita

Gal Gadot dengan baju rancangan perancang Lebanon/BBC

Global

Kenakan Gaun Buatan Perancang Lebanon, Gal Gadot Tuai Kritik

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 07:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah foto yang menunjukkan Gal Gadot menghadiri sebuah acara dengan mengenakan gaun berwarna biru menjadi sorotan.

Paslanya, dia sebuah gaun buatan perancang busana Lebanon Elie Saab. Foto tersebut memicu kecaman di sosial media.

Israel dan Lebanon secara teknis telah berperang sejak 1948, dan Lebanon memboikot tetangganya di selatan.


"Saya mencintai dan menghormati Elie Saab, tapi apakah dia benar-benar bahagia seorang aktris Israel mengenakan gaun yang dia rancang?" tanya wartawan Libanon Heba Bitar di Twitter.

Foto itu diposting di Instagram Saab dan segera menuai kecaman. Beberapa orang berbagi rasa frustrasi mereka bahwa mantan anggota tentara Israel itu akan dipromosikan oleh perancang.

Gadot mengenakan gaun itu untuk penghargaan National Board of Review di New York, di mana dia dan sutradara Patty Jenkins menerima Penghargaan Spotlight untuk karya mereka, Wonder Woman.

Ini bukan kali pertama Gadot mendapati dirinya berada di tengah kontroversi karena kewarganegaraannya.

Pada tahun 2014 aktris tersebut menyuarakan dukungannya terhadap angkatan bersenjata Israel di Facebook selama Perang Gaza, yang menyebabkan lebih dari 2.100 orang Palestina tewas. Di sisi Israel, 67 tentara dan enam warga sipil terbunuh. Pos tersebut dikecam dan dimaafkan dalam ribuan komentar.

Selain itu, pada tahun 2017, blockbuster superheronya dilarang masuk bioskop Lebanon, terutama karena casting-nya sebagai karakter utama. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya