Berita

Foto/Net

Politik

Akademisi: Langkah Menteri Susi Sudah Efektif, Selayaknya Didukung

RABU, 10 JANUARI 2018 | 23:50 WIB | LAPORAN:

Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal asing yang mengambil hasil laut di perairan Indonesia dinilai tepat.

Hukum Pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahputra menilai kebijakan yang dilakukan Menteri Susi telah sejalan dengan perintah UU.

Langkah tersebut juga memperkuat kewibawaan kedaulatan Indonesia, menjaga kekayaan alam Indonesia, serta wujud nyata bahwa Indonesia sebagai negara hukum.


"Jadi langkah Menteri Susi sudah efektif, sebagaimana diatur dalam UU perikanan dan selayaknya didukung," ujar Azmi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/1)

Lebih lanjut Azmi menilai eksekusi penenggelaman kapal yang dilakukan Menteri Susi merupakan upaya penegakan hukum yang jelas, terarah dan tuntas. Selain itu, langkah tersebut dapat mengangkat kewibawaan undang undang dan budaya hukum Indonesia.

Menurutnya, jika kedepannya ada gagasan untuk tidak menenggelamkan kapal asing yang masuk perairan Indonesia, maka UU juga harus memberikan fasilitas. Salah satunya memberikan putusan pengadilan bahwa kapal asing tersebut disita dan digunakan untuk kepentingan lain. Semisal keperluan pendidikan hingga bahan penelitian.

"Namun sampai saat ini efektif dengan sanksi penenggelaman kapal agar tidak ada ruang celah tawar menawar terhadap penerapan sanksi," ujar Azmi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mendesak agar penenggelaman kapal pencuri ikan ilegal segera dihentikan.

Permintaan Menko Luhut tidak dijalankan lantaran Menteri Susi. Ia menegaskan bahwa kebijakannya itu adalah amanat UU. Selama tiga tahun, dari ribuan kapal yang ditangkap, setidaknya sudah 363 kapal sudah ditenggelamkan Menteri Susi. [nes]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya