Berita

Marzuki Alie/Net

Hukum

Marzuki Alie Irit Bicara Saat Masuk Gedung KPK

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 11:16 WIB | LAPORAN:

. Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Anang Sugiana Sudiharjo (ASS), Senin (8/1).

Saat ini, Marzuki sudah berada di ruang pemeriksaan. Tampil mengenakan kemeja batik hitam lengan pendek, Marzuki masih belum mau berkomentar banyak saat ditanya soal kasus yang ikut menjerat bekas Ketua Umum Golkar, Setya Novanto ini.

"Nanti saja ya," kata mantan Sekjen Partai Demokrat itu singkat.


Jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain Marzuki, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi lain, yakni dua mantan Anggota DPR, yakni Abul Malik Haramain dan Dzamal Aziz Attamimi.

"Ketiganya diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASS," kata dia saat dikonfirmasi.

Ketiga nama itu sebelumnya disebut dalam dakwaan KPK terhadap Irman dan Sugiharto. Dalam dakwaan, Marzuki disebut menerima uang senilai Rp 20 miliar, Abul Malik Haramain dan Dzamal Aziz Attamimi‎ senilai 37.000 dolar AS.

Dalam berbagai kesempatan, ketiga politikus itu telah membantah ikut berandil dalam sengkarut dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun. Mereka juga membantah ikut diperkaya dari proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

KPK sejauh ini sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el. Yakni, Irman, Sugiharto, Markus Nari, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudiardja dan Setya Novanto.

Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus telah divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta. Setya Novanto perkaranya masih bergulir di pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara kasus yang menjerat Markus Nari dan Anang masih dalam proses penyidikan.

Di luar itu, KPK juga sedang membuka penyelidikan baru kasus KTP-el. Dalam penyelidikan baru itu, lembaga antikorupsi sedang membidik keterlibatan pihak lain. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan terkait penyelidikan itu. Salah satunya, Setya Novanto. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya