Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hasto Kristiyanto: Foto Buatan, Kalaupun Benar Itu Masa Lalu

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 11:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sesaat setelah diterpa kabar mengundur diri dari pencalonan wagub Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, jago cawagub koalisi PDI Perjuangan dihantam gosip dua foto fulgar. Foto fulgar pertama bergambar pria yang mirip Azwar Anas tanpa celana berlatar sebuah ruangan di hotel. Foto kedua bergambar pria yang juga mirip Azwar Anas berada di dalam mobil dengan meng­gunakan kaus berwarna biru tua. Di foto itu tampak ada kaki yang menumpangkan kakinya ke perut pria di foto itu.

Bagaimana PDI Perjuangan menanggapi penyebaran foto itu? Berikut pernyataan Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto;

Menanggapi peredaran foto pria vulgar yang mirip Azwar Anas apakah PDI Perjuangan tidak khawatir dapat menu­runkan elektabilitas duet Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas?
Kami mencalonkan demi masa depan masyarakat. Itu yang kami lakukan sebagai partai politik. Kalau dikit-dikit elektoral dan menampilkan pencitraan dirinya sebagai manusia yang hebat dan suci, itu kan tidak menjawab. Foto Pak Anas masih diduga, foto itu buatan. Saya beberapa kali menerima masukan. Ketika dikonfirmasi Pak Anas juga sering menerima foto tersebut. Dimungkinkan abad modern ini lho. Kalaupun benar itu masa lalu setiap manusia ada berbagai hal persoalan di masa lalu.

Kami mencalonkan demi masa depan masyarakat. Itu yang kami lakukan sebagai partai politik. Kalau dikit-dikit elektoral dan menampilkan pencitraan dirinya sebagai manusia yang hebat dan suci, itu kan tidak menjawab. Foto Pak Anas masih diduga, foto itu buatan. Saya beberapa kali menerima masukan. Ketika dikonfirmasi Pak Anas juga sering menerima foto tersebut. Dimungkinkan abad modern ini lho. Kalaupun benar itu masa lalu setiap manusia ada berbagai hal persoalan di masa lalu.

Memang seperti apa sih pe­nilaian PDI Perjuangan terhadap sosok Azwar Anas ini?
Pak Anas itu sosok yang baik. Kami melihat secara baik dan jernih atas persoalan yang menimpa Pak Anas itu. Pak Anas hanya korban dari apa yang dis­ebut political trapping system. Demokrasi saat ini cenderung menghalalkan segala cara un­tuk memenangkan suatu kon­testasi. Gus Ipul dan Pak Anas betul-betul pemimpin yang tumbuh dari Nahdhatul Ulama dan memiliki kualifikasi yang baik. Kemudian digunakanlah berbagai upaya dan berbagai isu yang belum bisa dipertang­gungjawabkan.

Jadi Anda menilai itu semua hanya sebatas black campaign yang sengaja ditebar?

Kami menilai, ada sejum­lah pihak yang secara sengaja mengembangkan isu moral untuk menjatuhkan elektabilitas pasangan kami.

Isu moral dengan menyebar foto yang belum bisa dipertang­gungjawabkan adalah bentuk kekhawatiran sejumlah pihak. Khawatir pasangan kami me­nang dalam Pilkada Jawa Timur tahun 2018.

Pasalnya jagoan kami punya potensi menang, hingga dengan sengaja dicoba diturunkan elek­tabilitasnya.

Anda sering mengatakan PDI Perjuangan adalah partai yang paling kuat jauh dari melodrama. Agaknya PDIP sudah ter­biasa dengan hal seperti itu ya?

Isu moral memang merupakan hal umum yang terjadi dalam sebuah perhelatan politik.

Selain isu itu kan ada juga yang mengembangkan isu tin­dak pidana, hingga isu yang bermuatan SARAuntuk men­jatuhkan calon atau partai politik tertentu.

Agaknya penyebaran foto fulgar itu jika disambungkan dengan munculnya isu pen­gunduran diri Azwar Anas dari pencalonan ada korelasinya. Menurut Anda bagaimana?
Pak Anas tidak mengundur­kan diri. PDI Perjuangan ketika melakukan keputusan politik sudah melalui pertimbangan yang matang. Melalui tahapan-tahapan yang jelas, sehingga keputusan sudah diambil partai kokoh berdiri di situ.

Berarti apapun yang terjadi nanti PDIP tetap akan mengusung duet Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas dong?
PKB dan PDIP akan tetap mengusung Saifullah Yusuf-Azwar Anas di Pilgub Jatim.

Anda kelihatannya kecewa sekali melihat isu negatif yang berembus saat ini?
Ya kecewa dengan beredarnya kabar ini. Tapi kekecewaan itu bukan berarti kami menarik du­kungan kepada Pak Anas. Kami akan tetap mengusung Pak Anas, terkecuali Pak Anas menyatakan mundur dengan alasan dukungan keluarga, berhalangan tetap, atau ada keadaan genting.

Saat kedua isu itu muncul sempat muncul opsi PDIP akan menggantikan Azwar Anas dengan Tri Risma Maharani. Bahkan kabarnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah ber­temu dengan Risma. Benar begitu?
Ya kami mendampingi Bu Mega saat bertemu dengan Bu Risma, kemudian kami banyak berbicara tentang Jawa Timur.

Soalnya dinamika politik di Jawa Timur cukup tinggi. Contoh nama Bu Yenny Wahid yang sempat dicalonkan tapi akhirnya urung terjadi. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya