Berita

Erdogan dan Macron di Paris/BBC

Global

Presiden Perancis: Turki Tidak Bisa Gabung Uni Eropa

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 07:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki masih belum memiliki peluang bergabung dengan Uni Eropa, organisasi kawasan negara-negara di benua Eropa.

Hal ini ditegaskan Presiden Perancis Emmanuel Macron ketika berbicara dalam jumpa pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Paris jelang akhir pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Macron juga mengatakan bahwa ada perbedaan mengenai isu hak asasi manusia sejak pembersihan yang dilakukan Turki menyusul kudeta gagal tahun 2016 lalu.


Macron mengatakan sudah waktunya untuk mengakhiri kemunafikan berpura-pura bahwa ada prospek kemajuan dalam perundingan keanggotaan Turki dengan Uni Eropa.

"Sejauh menyangkut hubungan dengan Uni Eropa, jelas bahwa perkembangan dan pilihan terakhir tidak memungkinkan proses di mana kita bertunangan," kata Macron seperti dimuat BBC.

Pembicaraan mengenai peluang Turki bergabung dengan Uni Eropa dihentikan menyusul tindakan keras Erdogan menghadapi kudeta 2016 tersebut.

Di sisi lain Macron menambahkan, penting bagi Perancis untuk menjalin hubungan dekat dengan Turki. Dia mengatakan mungkin inilah saat untuk mengeksplorasi pilihan yang bisa dijalin dengan Turki tanpa harus menjadi anggota Uni Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Macron dan Erdogan juga saling memuji kerjasama dalam perang melawan kelompok militan ISIS. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya