Berita

Foto/Net

Blitz

Tahun Politik, Jokowi Ingatkan Menteri Tetap Fokus Bekerja

Kemiskinan & Kesenjangan Masih Tinggi
KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 11:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jokowi mewanti-wanti para menterinya untuk tetap fokus kerja di tahun politik. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengingatkan angka masalah kemiskinan dan kesenjangan masih tinggi.
 
Kemarin, Jokowi menggelar sidang Kabinet Paripurna per­dana tahun ini di Istana Negara, Jakarta. Topiknya, membahas soal program dan kegiatan untuk tahun 2018. Jokowi berharap, ta­hun politik tidak mempengaruhi kinerja kabinet. Para menteri dan kepala lembaga negara tetap fokus kerja.

"Walaupun tahun 2018 tahun politik, sekali lagi saya ingin ulangi saya minta fokus bekerja. Terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi ketimpangan, menurunkan angka kemiskinan," pesan Jokowi.


Jokowi mengaku telah menerima laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Septem­ber 2017. Hasilnya, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 26,58 juta orang atau 10,12 persen. Angka ini turun sekitar 0,52 persen jika dibandingkan bulan Maret 2017, yakni sebanyak 27,77 juta orang. Juga berkurang dibanding September 2015 di angka 11,13 persen dan 10,70 persen pada September 2016.

Walaupun sudah turun, namun Jokowi menekankan, angka kemiskinan tersebut masih tinggi.

"Kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengurangi indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan. Karena itu saya ingatkan angka inflasi, stabilitas harga bahan-bahan kebutuhan pokok, harus terus dikendalikan," pintanya.

Jokowi menginstruksikan agar program beras kesejahteraan dan program pangan non-tunai segera didistribusikan pada awal tahun. Dia juga menekankan distribusi beras harus tepat sasaran.

Jokowi menyampaikan terima kasih atas kerja keras selu­ruh menteri dan kepala lem­baga negara selama tahun 2017. Menurutnya, kinerja tahun lalu mendapatkan hasil positif dari dunia internasional. Sejumlah lembaga percaya dengan upaya pemerintah memberikan kemu­dahan perizinan usaha.

Selain itu, lanjut Jokowi, se­lama tahun 2017, pemerintah berhasil menghadapi goncangan eksternal di bidang ekonomi secara konsisten dan stabil.

Tingkatkan Koordinasi


Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani meminta, antar kementerian di bidang perekonomian meningkatkan koordinasi untuk mencapai target yang diberikan Presiden.

"Saya melihat masalah (di kabinet) masalah koordinasi yang belum terjalin dengan baik sehingga kementerian kusulitan merealisasikan target-target yang ditugaskan presiden," kata Aviliani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Untuk masalah politik, dia melihat, sejauh ini anggota Kabinet Kerja masih fokus bekerja. Menteri asal parpol juga masih komit menjalankan amanah yang diberikan Presi­den. Mereka masih bisa mem­bagi waktunya antara kegiatan politik dengan tugasnya sebagai menteri.

Saat ditanya mengenai po­tensi menteri asal parpol sibuk berpolitik, Aviliani menjawab, persoalan kinerja harus dilihat secara objektif. Menurutnya, Presiden bisa menilai kinerja para pembantunya karena memiliki laporan evaluasi dan realisasi kinerja.

Aviliani berharap, Kabinet Kerja tidak kehilangan fokus di tahun politik. Pemerintah tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur dan merealisasi­kan pembangunan di daerah terpencil.

"Kalau pembangunan infrastruktur terus dilakukan, oto­matis ekonomi di daerah akan ikut bergerak. Nanti akan ada efek berantai yang menggerakan ekonomi kerakyatan," pungkas Aviliani. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya