Berita

Ilustrasi/Reuters

Global

2017 Jadi Tahun Teraman Dalam Penerbangan Komersial

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan komersial sepanjang tahun 2017 lalu mencatat nol kecelakaan.

Menurut perusahaan konsultan penerbangan Belanda To70 dan Aviation Safety Network melaporkan Senin (1/1) bahwa tidak ada korban kecelakaan pesawat penumpang komersial pada 2017.

"2017 adalah tahun teraman untuk penerbangan yang pernah ada," kata Adrian Young dari To70 seperti dimuat Reuters.


To70 memperkirakan bahwa tingkat kecelakaan fatal untuk penerbangan penumpang komersial besar adalah 0,06 per juta penerbangan, atau satu kecelakaan fatal untuk setiap 16 juta penerbangan.

Jaringan Keselamatan Penerbangan juga melaporkan tidak ada kematian penumpang komersial pada tahun 2017. Namun ada ada 10 kecelakaan pesawat fatal yang mengakibatkan 44 korban tewas di dalam pesawat dan 35 orang di darat. Pesawat yang mengalmai kecelakaan tersebut adalah pesawat kargo dan pesawat penumpang turbo prop.

Angka tersebut mencakup 12 orang yang terbunuh pada 31 Desember ketika sebuah pesawa Cessna 208B Grand Caravan jatuh beberapa menit setelah lepas landas ke daerah pegunungan di lepas pantai kota Punta Islita, Kosta Rika.

Sebagai perbandingan, ada 16 kecelakaan dan 303 kematian pada 2016 di antara pesawat terbang komersial.

Insiden paling mematikan tahun lalu terjadi pada bulan Januari ketika sebuah jet kargo Turki menabrak sebuah desa di Kirgistan saat pesawat mencoba mendarat di sebuah bandara terdekat dengan kabut tebal. Kecelakaan membunuh 35 di tanah dan empat orang di dalam pesawat. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya