Berita

Kim Jong Un/Reuters

Global

Pidato Tahun Baru, Kim Jong Un: Nuklir Mencegah Perang Dengan AS

SENIN, 01 JANUARI 2018 | 09:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah bisa memulai perang melawan Korea Utara sekarang bahwa negaranya telah mengembangkan kemampuan untuk mencapai seluruh daratan utama Amerika Serikat dengan senjata nuklirnya.

"Seluruh Amerika Serikat berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, dan sebuah tombol nuklir selalu ada di mejaku. Ini kenyataan, bukan ancaman," kata Kim dalam pidato tahun barunya seperti dimuat Reuters.

"Tahun ini kita harus fokus pada produksi massal hulu ledak nuklir dan rudal balistik untuk penyebaran operasional," kata Kim.


"Senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kita terancam," tegasnya.

Kim mengatakan bahwa sangat penting untuk menurunkan ketegangan militer di semenanjung Korea dan memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan. Dia menambahkan menambahkan bahwa jalan menuju dialog terbuka.

Kim mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan di Pyeongchang, Korea Selatan, pada bulan Februari mendatang.

"Keikutsertaan Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin akan menjadi kesempatan bagus untuk menunjukkan kesatuan masyarakat dan kami berharap Olimpiade akan sukses. Pejabat dari dua Korea mungkin segera bertemu untuk membahas kemungkinan tersebut," kata Kim.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sebelumnya telah mengatakan bahwa partisipasi Korea Utara akan menjamin keamanan Olimpiade Pyeongchang dan mengusulkan bulan lalu bahwa Seoul dan Washington menunda latihan militer besar yang dicanangkan Korut sebagai latihan perang sampai setelah Olimpiade. [mel]


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya