Berita

Dubes Mansyur dan TKI di Guinea/Istimewa

Nusantara

Bekerja Di Tambang Dan Hotel, Ratusan TKI Digaji Ribuan Dolar Di Guinea

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 13:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saat ini tercatat setidaknya ada 500 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di blok tambang bauksit di kota Boke, Guinea, dekat perbatasan Guinea-Bissau, Afrika.

Ratusan TKI tersebut menikmati "ledakan" bauksit di Guinea yang rekor investasinya mencapai lebih dari 200 juta ton pertahun dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka bekerja di Winning Group, perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di industri kargo dan jasa transportasi laut massal. Di perusahaan tersebut, para TKI bekerja sebagai transporter bauksit dari pelabuhan dengan tag boat menuju kapal pengangkut yang berkapasitas 198 ribu ton sekali angkut.


Managing Director Winning Group cabang Afrika Jiang Xiaobei mengaku bahwa pihaknya sangat percaya dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki para TKI sehingga banyak mempekerjaan TKI.

Para TKI tersebut menerima gaji dengan kisaran 1.060 hingga 3.500 dolar AS setiap bulannya, tergantung posisi dan kemampuan masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Mansyur Pangeran yang juga merangkap Guinea sebagai wilayah kerjanya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perlakuan dan fasilitas yang baik yang diberikan manajemen Winning Group kepada TKI. Ia menyarankan kepada Winning Group untuk lebih banyak lagi merekrut tenaga kerja kompeten dari Indonesia.

"Tentunya kami akan dukung jika perusahaan ingin tambah karyawan dari Indonesia karena peraturan perusahaan cukup jelas, fasilitas yang diterima termasuk asuransi pekerja dan keluarganya di Indonesia. Lagipula perusahaan mendapatkan keuntungan yang sangat besar mencapai 3 miliar Dollar AS per tahun," ujar Dubes Mansyur seperti keterangan yang diterima redaksi akhir pekan ini.

Sejak beroperasi tahun 2002, Winning Group telah berhasil menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia dan pada tahun 2011 Winning Group mencapai rekor perusahaan dengan mengangkut 95 persen bauksit dari Indonesia ke Tiongkok.

Winning Group yang berkantor pusat di Singapura menyelesaikan operasi pengiriman bauksit pertamanya dari Guinea ke Tiongkok pada tahun 2015 yang mengawali dibukanya era supply bauksit antara Afrika dan Tiongkok.

Selain terdapat 500 TKI yang bekerja di Boke, juga terdapat 4 TKI yang bekerja sebagai terapis spa di Hotel Sheraton, Conakry. Keempat TKI ini dikontrak selama dua tahun yang akan segera berakhir kontraknya pada bulan Februari 2018.

"Mereka juga menerima gaji yang cukup bagus diatas 1.010 Dollar AS serta mendapat fasilitas akomodasi dan makan. Pihak manajemen pun juga menyediakan fasilitas internet dan voucher pulsa," jelas Dubes Mansyur.

Dalam kesempatan ini, Dubes Mansyur memberikan arahan agar para TKI senantiasa berkelakuan baik dan menghormati tata tertib dan aturan hukum setempat.

Ia juga meminta agar seluruh pekerja Indonesia di Guinea dapat menghubungi KBRI apabila ada hal-hal yang bersifat darurat atau memerlukan layanan cepat dari KBRI seperti pembuatan paspor atau dokumen yang lain. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya