Berita

Foto: Puspen TNI

Nusantara

Emansipasi Wanita Di TNI Terlihat Dari Generasi Penerbangan Wara

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 08:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

TNI menghargai serta mendukung emansipasi wanita. Hal itu terbukti, karena hingga saat ini, TNI Angkatan Udara sudah melahirkan empat generasi penerbang Wanita Angkatan Udara (Wara).

Keempatnya adalah generasi pertama penerbang Letda Pnb Lulu Lugiyati dan Letda Pnb Herdini, generasi kedua Hermuntasih dan Sulastri Baso, generasi ketiga Veronika dan generasi keempat adalah Variana dan Ambar.
 
"Hal ini menunjukkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat menghargai dan mendukung emansipasi wanita, dimana Wara juga bisa menjadi penerbang," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada Peresmian Booth Display Penerbang Wanita Pertama, di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta pekan ini.


Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan, pada tahun 1964 TNI AU telah melahirkan penerbang pertama Wara yaitu Letda Pnb Lulu Lugiyati dan Letda Pnb Herdini.

"Dua orang perintis pilot perempuan tersebut telah mampu menjadi pelopor dan motivasi juang kepada generasi penerus, sehingga lahir penerbang Wara lainnya. Saat ini sedang dididik dua Wara dari Taruni Angkatan 2017 untuk menjadi penerbang," ungkapnya.
 
Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa awalnya Wara hanya dididik dari kejuruan hukum, perawat atau dokter untuk memenuhi kebutuhan di luar Korps Operasi.

"Untuk kebutuhan Korps Operasi, setahun kemudian Wanita Angkatan Udara sudah bisa membuktikan bahwa mereka juga mampu ditugaskan di Korps Operasi sebagai penerbang," ujarnya seperti keterangan yang diterima redaksi.
 
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Herdini, karena telah menjadi pelopor dan memberikan semangat kepada generasi penerus Wanita Angkatan Udara," tutupnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya