Berita

Global

Dewan Keamanan PBB Tambah Sanksi Bagi Korea Utara

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 10:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Keamanan PBB telah dengan suara bulat memilih untuk menjatuhkan sanksi baru yang sulit kepada Korea Utara sebagai tanggapan atas uji coba rudal terbaru Pyongyang.

Sanksi tersebut, yang disahkan pada hari Jumat (22/12), mencakup larangan terhadap hampir 90 persen ekspor minyak sulingan ke Korea Utara.

Pembatasan, yang diajukan oleh AS, dirancang untuk mencegah Pyongyang melanjutkan program nuklirnya.


Gagasannya adalah untuk menekan Korea Utara sekuat mungkin demi mengurangi pendapatannya dan hal itu diharapkan dapat membawa Korea Utara ke meja perundingan dan juga untuk menghentikan proses pengembangan misilnya.

Resolusi tersebut juga memerintahkan Korea Utara yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke negara tersebut dalam waktu 24 bulan.

Berbicara di PBB, Nikki Haley, duta besar AS, mengatakan bahwa arogansi dan permusuhan Korea Utara telah menjadi batu sandungan untuk mencapai perdamaian.

"Hari ini, untuk ke-10 kalinya, dewan ini berdiri bersatu melawan rezim Korut yang menolak pencarian perdamaian," katanya.

"Rezim Kim terus menentang resolusi dewan ini, norma perilaku beradab dan kesabaran masyarakat internasional," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya