Berita

Jasra Putra/Net

Nusantara

KPAI Minta Pemerintah Pastikan Keamanan Tempat Berlibur Anak-anak

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 04:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018 bisa mendekatkan interaksi anak dengan orang tua.

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengimbau agar pemerintah dan pemerintah daerah bisa memastikan kenyamanan anak-anak dalam berlibur.

"Seperti keamanan transportasi publik yang laik dan aman. Kasus terbaru kita lihat mobil bus rombongan wisata anak-anak SD Sidoarjo di jalan yang terbakar di  Solo menuju Yogya," kata dia dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke redaksi, Jumat (22/12).


Jasra juga berharap, tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi bisa aman dan ramah untuk anak. "Termasuk informasi resiko bencana alam yang harus dihindari oleh keluarga dalam berlibur. Belakangan kita saksikan banyak bencana yang melanda sejumlah daerah," kata dia.

Kedua, orang tua juga diharapkan merencanakan liburan dengan anak secara baik, termasuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan anak sesuai dengan tujuan tempat berlibur.

"Seperti tujuan libur wisata air, maka dipastikan peralatan-peralatan keamanan dan fasilitas yang dibutuhkan, termasuk obat-obatan dan makanan. Kemudian orang tua juga diimbau untuk mengurungkan niat ke tempat libur yang penuh sesak pengunjung, karena dikhawatirkan anak tidak nyaman dan termasuk resiko kehilangan atau keterpisahan dari orang tua," jelas Jasra.

Ketiga, lanjut dia, KPAI meminta masyarakat dan perusahaan penyedia fasilitas berlibur untuk memastikan dan memakai standar pengamanan maksimal sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Termasuk menyiapkan ketersediaan tenaga pemandu  yang terlatih dan sensitif terhadap perlindungan anak."

Keempat, tambah Jasra, cuaca musim penghujan yang melanda Indonesia akhir tahun ini, diharapkan bisa membuat orang tua untuk tetap waspada dalam melindungi anak-anak.

"Sekali lagi pengawasan berlapis sangat dibutuhkan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dalam keselamatan dan kenyamanan bagi anak," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya