Berita

Peta Yaman/Net

Global

Serangan Koalisi Pimpinan Yahudi Tewaskan 10 Wanita Di Pesta Pernikahan

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 10:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya 10 wanita tewas dalam serangan yang terjadi di sebuah prosesi pernikahan di Yaman akhir pekan kemarin. Serangan itu dilancarkan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Dimuat Russia Today, insiden tersebut terjadi saat prosesi tersebut berjalan di sebuah desa di provinsi Marib, sekitar 170 km dari ibu kota Sanaa.

Menurut tradisi pedesaan Yaman, seorang mempelai wanita dan teman wanita dan kerabatnya berbaris menuju upacara pernikahan dimana pengantin pria menunggu.


Koalisi yang dipimpin Saudi diketahui telah melakukan kampanye militer melawan pemberontak Syiah Houthi di Yaman sejak Maret 2015. Langkah ini adalah upaya untuk menyingkirkan presiden Yaman yang digulingkan Abdrabbuh Mansur Hadi untuk kembali berkuasa. Sejak dimulainya kampanye, koalisi tersebut telah dituduh membunuh sejumlah warga sipil namun Saudi menolak klaim tersebut.

Menurut perkiraan PBB, korban dalam pertempuran tersebut melebihi 10.000 orang tewas dan 40.000 lainnya cedera, sebagian besar di antaranya adalah korban sipil.

Pernikahan, hotel, sekolah dan bangunan tempat tinggal telah berulang kali menjadi sasaran serangan udara.

Sebelumnya, Human Rights Watch menuduh Riyadh membuat Yaman masuk ke dalam bencana kemanusiaan. Menurut perkiraan kelompok hak asasi manusia tersebut, sekitar 2 juta anak kekurangan gizi akut, sementara hampir 16 juta orang tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Juga pada bulan Desember, Parlemen Eropa mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan embargo Uni Eropa untuk penjualan senjata ke Arab Saudi atas dugaan kejahatan perang yang telah dilakukannya di Yaman. Resolusi tersebut juga mengkritik anggota yang menjual senjata ke kerajaan Teluk. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya