Berita

Foto: KBRI Dar es Salaam

Global

Dorong Perdagangan Dua Negara, Dubes Pardede Gelar Malam Apresiasi Di Tanzania

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 07:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Upaya memelihara hubungan baik dengan para pengusaha dan potential buyers produk-produk Indonesia kembali digalakan oleh Dubes RI untuk Tanzania Prof. Ratlan Pardede melalui penyelenggaraan "Appreciation Night for Buyers of Indonesian Products" pekan lalu.

"Keberadaan pengusaha Tanzania yang secara rutin datang ke Indonesia setiap tahunnya menunjukkan masih adanya harapan untuk mengeksplorasi potensi perdagangan kedua negara," ujar Dubes Pardede dalam kegiatan tersebut seperti keterangan yang diterima redaksi awal pekan ini.

Dubes Pardede juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendorong peningkatan ekspor dan impor yang berkelanjutan antara kedua negara, utamanya dengan mengedepankan potensi dari daerah-daerah di Tanzania.


"Dari hasil observasi saya ke beberapa daerah di Tanzania, terdapat potensi besar bagi produk-produk Tanzania untuk memasuki pasar Indonesia seperti kapas, tembakau, rumput laut dan daging sapi," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur Asia dan Australasia, Halimenshi Lunyumbu menyampaikan bahwa Pemerintah Tanzania menyambut baik upaya KBRI Dar es Salaam dalam merangkul para pengusaha Tanzania untuk mendorong peningkatan hubungan dagang antara kedua negara.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 70 pengusaha Tanzania ikut ambil bagian. Sementara dari Indonesia, turut hadir Adhitiya Kesuma, Country Manager Indomie di Kenya dan Dr. Ratno Sotjiptadie, Direktur Intertek Pupuk-ahli bidang pertanian.

Pada malam apresiasi dimaksud, Dubes Pardede secara khusus memberikan penghargaan kepada 3 pengusaha Tanzania yang secara rutin melakukan pembelian produk-produk garmen dari Indonesia, yakni pengusaha- distributor utama anti nyamuk semprot HIT dan perusahaan Tanzania yang mempekerjakan tenaga ahli Indonesia.

Sebagai informasi, selama periode 2015-2017, sebanyak 274 pengusaha Tanzania melakukan kunjungan rutin ke Indonesia dengan frekuensi terbesar sebanyak enam kali kunjungan dan terkecil satu kali kunjungan setiap tahunnya.

Namun di sisi lain, volume perdagangan antara Indonesia dengan Tanzania menunjukkan penurunan tren sebesar 5.39 persen, dari 235,40 juta Dollar AS pada tahun 2015 menjadi 223,35 juta Dollar AS di tahun 2016.

Untuk mengembalikan tren perdagangan yang positif antara kedua negara, Dubes Pardede juga meminta masukan dari pengusaha Tanzania dengan mengisi kuesioner mengenai pengalaman mereka dalam membeli produk-produk Indonesia.

Kebanyakan dari pengusaha Tanzania datang ke Indonesia untuk membeli produk garmen untuk dijual di Tanzania dan negara tetangga seperti Uganda, Congo, Malawi dan Zambia.Mayoritas dari para pengusaha sepakat produk-produk Indonesia memiliki kualitas baik dan harga yang kompetitif.

Adapun produk-produk andalan Indonesia ke Tanzania antara lain, kelapa sawit, mesin-mesin, kertas, insektisida, kain, pakaian dan baterai aki.

Para pengusaha Tanzania yang hadir juga diperlihatkan potensi produk-produk terbaik Indonesia dari PT. Polytron dan PT. Sungai Budi produsen merek terkenal Rosebrand yang berkeinginan merambah pasar Afrika. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya