Berita

RMOL

Bisnis

Strategis, Kadin Dukung Pulau Baai Jadi Pelabuhan Internasional

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 | 22:50 WIB | LAPORAN:

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk melakukan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Ketua Kadin Indonesia Eddy Ganefo mengatakan, rencana pengembangan Pelabuhan Pulau Baai sebagai KEK memiliki nilai strategis dan visioner. Pelabuhan Pulau Baai, dari kajian faktual, saat ini dan masa ke depan menjadi sangat penting bagi pelaku industri, yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.

"Karenanya, saat ini perlu dilakukan komitmen bersama agar peningkatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu dapat segera terealisasikan," katanya kepada wartawan, Minggu (17/12).


Eddy sendiri sangat mengapresiasi program yang disampaikan General Manager PT. Pelabuhan Indonesia II/IPC Bengkulu Drajat Sulistyo. Dia bersepakat bahwa Bengkulu memiliki potensi tanah barokah yang diberikan Sang Pencipta.

"Karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindi. Kami Kadin Indonesia akan mendukung penuh rencana pengembangan Pelabuhan Pulau Baai ini," jelasnya.  

Terkait dengan dukungan dan saran Kadin, GM Pelindo II/IPC Bengkulu Drajat Sulistyo meyakinkan bahwa Pelabuhan Pulau Baai sangat berpotensi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. IPC Bengkulu sendiri saat ini terus berusaha mengembangkan Pelabuhan Pulau Baai agar dapat terkoneksi dengan wilayah tetangga, sehingga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan diantaranya dengan memecahkan alur pelabuhan yang selama ini dianggap menjadi permasalahan di Pelabuhan Pulau Baai. Menurutnya, rencana program pengelolaan alur pelabuhan dengan panjang 2.300 meter sudah disetujui Dewan Direksi Pelindo dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

"Pendangkalan ini terjadi karena tidak dirawat dan dikelola dengan baik. Jika dikelola saya pikir ini bisa terselesaikan," ujar Drajat.

Untuk meningkatkan aktivitas di pelabuhan, tahun 2017 juga akan mulai dibangun terminal curah kering dengan kapasitas 30 ton batu bara dan terminal curah cair (CPO dan barang cair lainnya) dengan kapasitas loading mencapai 6 juta ton.

"Bengkulu ini merupakan penghasil CPO terbesar ke tiga di Sumatera. Namun selama ini kita tidak punya moda transportasi pelabuhan yang memadai, mudah-mudahan ini bisa kita wujudkan tahun depan," tutur Drajat.

Selain mengembangkan kawasan pelabuhan menjadi kawasan industri dengan mengelola sumber daya alam yang melimpah ini, Drajat Sulistyo juga mengatakan bahwa Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat karantina hewan di Indonesia. Program ini juga telah di rintis dengan kerja sama Pemprov Bengkulu dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang pada 7 November lalu telah menandatangi nota kerja sama pengembangan ternak sapi, sebanyak 10 ribu ekor. Sapi-sapi itu nantinya didatangkan dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Pulau Baai. Kerja sama diyakini akan menjadi triger Bengkulu sebagai lumbung daging nasional.

"Jika semua rencana pengembangan ini berjalan efek multiplayer-nya sangat luar biasa untuk Provinsi Bengkulu. Langkah ini sangat luar biasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bengkulu," kata Drajat

Untuk itu, IPC Bengkulu akan memberikan dukungan infratsruktur Kepelabuhanan agar program swasembada daging terealisasi. Dukungan mulai dari produktifitas bongkar muat serta mempersiapkan dermaga khusus ternak, serta akan membangun life stock terminal seluas 200 hektare untuk terminal hewan ternak, sekaligus menjadi hubungan wilayah Sumatera.

"Kami siap mendukung swasembada daging di Provinsi Bengkulu dengan menyiapkan fasilitas lahan untuk menampung sapi sebelum dikirim ke wilayah luar Bengkulu," demikian Drajat. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya