Berita

Mike Pence/Reuters

Global

Di Tengah Ketegangan Soal Yerusalem, Wapres AS Akan Kunjungi Mesir Dan Israel

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 11:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence akan menggarisbawahi kemitraan Amerika Serikat dengan Israel dalam perjalanan resminya ke Timur Tengah minggu depan, sambil berusaha untuk menopang hubungan Amerika Serikat dengan dunia Arab setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pence dijadwalkan berkunjung selama tiga hari di wilayah tersebut dengan pemberhentian di Israel dan Mesir. Ini adalah kunjungan resmi pejabat tingkat tinggi pertama Amerika Serikat ke Timur Tengah setelah pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan rencana pemindahan kedubes AS ke wilayah yang disengketakan tersebut.

Status Yerusalem, yang menampung situs suci Muslim, Yahudi dan Kristen, adalah salah satu hambatan paling kuat dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina. Pengakuan Trump tersebut semakin mempersulit situasi dan memperburuk prospek perdamaian Israel-Palestina.


Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukota abadi, sementara orang-orang Palestina menginginkan ibu kota negara merdeka berada di sektor timur kota, yang ditangkap Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.

Pence dijadwalkan untu meninggalkan Washington pada hari Selasa pekan depan dan tiba di Kairo pada hari Rabu untuk bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Dia terbang ke Israel pada hari Rabu dan akan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin, menyampaikan pidato ke parlemen Israel, dan mengunjungi Tembok Barat Yerusalem. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya