Berita

Ketua MPR: Umat Islam Yang Besar Harus Bisa Dikonversi Jadi Kekuatan Ekonomi Politik

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 19:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Umat Islam mesti belajar berdagang seperti halnya Nabi Muhammad SAW berdagang semasa hidupnya.  

Hal itu disampaikan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, di hadapan jamaah Masjid Jami Nurul Huda, Koala Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (15/12).

Permintaan itu ia sampaikan agar umat Islam tidak hanya besar dalam segi jumlah namun juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan politik.


"Umat Islam yang besar harus bisa dikonversikan menjadi kekuatan ekonomi dan politik," ujarnya, dikutip dari keterangan pers MPR RI.

Menurut Zulkifli Hasan atau Zulhas, umat Islam harus siap menghadapi era persaingan bebas. Para orang tua diwajibkan menyekolahkan anak-anaknya sebaik mungkin agar mereka menguasai ilmu. Kalangan umat Islam pun harus mandiri agar kedaulatan bisa digunakan dengan tepat.

Kata Zulhas, selama ini kedaulatan yang dimiliki umat Islam malah sering ditukar dengan materi. Contoh paling sering adalah dalam hal memilih calon pemimpin negara atau daerah.

"Memilih pemimpin karena sembako akan kehilangan berkahnya," ujarnya.

Dalam acara itu juga, Zulhas meminta agar umat Islam di Samboja ikut meluruskan paham-paham yang salah. Misalnya, ada anggapan menjalankan kehidupan beragama secara benar dan sungguh-sungguh adalah tindakan yang intoleran.

"Padahal Pancasila memberi kebebasan bangsa ini dalam menjalankan kehidupan beragama. Paham yang salah seperti itu yang perlu diluruskan," tambahnya.

"Yang beda biar berbeda yang penting saling menghormati," tegas pria yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya