Berita

Jaya Suprana

Alasanologi Jerusalem Ibu Kota Israel

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 08:41 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DONALD Trump kreatif membuat alasan maka memiliki perbendaharaan cukup banyak alasan untuk membenarkan kebijakan dirinya mengakui Jesusalem sebagai ibukota Israel padahal Israel sudah punya ibukota yaitu Tel Aviv.

Bahkan Trump belum puas hanya mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel maka memerintahkan Kemenlu AS untuk segera memindah kedutaan AS dari Tel Aviv ke Jerusalem demi makin menyakiti hati mereka yang sebenarnya sudah cukup sakit hati akibat Jerusalem diakui Trump sebagai ibukota Israel .
The Promising Land

Gerakan bikin sakit hati diperparah beranekaragam alasan yang memang  sengaja dibuat untuk menyakiti hati orang lain. Misalnya alasan memindah ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem adalah demi memenuhi janji yang dijanjikan Trump di masa kampanye pilpres dirinya. Jelas alasan tersebut menyakit hati warga Palestina sebab   Trump berjanji jelas bukan kepada warga Palestina lalu kenapa mereka harus mengikhlaskan Jerusalem sebagai ibukota Palestina direbut Israel. Bayangkan betapa sakit hati warga Singapura apabila Indonesia mengklaim Singapura ibukota Indonesia. Atau sebaliknya betapa sakit hati warga Indonesia apabila Singapura mengklaim Jakarta ibukota Singapura.

Gerakan bikin sakit hati diperparah beranekaragam alasan yang memang  sengaja dibuat untuk menyakiti hati orang lain. Misalnya alasan memindah ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem adalah demi memenuhi janji yang dijanjikan Trump di masa kampanye pilpres dirinya. Jelas alasan tersebut menyakit hati warga Palestina sebab   Trump berjanji jelas bukan kepada warga Palestina lalu kenapa mereka harus mengikhlaskan Jerusalem sebagai ibukota Palestina direbut Israel. Bayangkan betapa sakit hati warga Singapura apabila Indonesia mengklaim Singapura ibukota Indonesia. Atau sebaliknya betapa sakit hati warga Indonesia apabila Singapura mengklaim Jakarta ibukota Singapura.

Alasan yang menyakitkan hati kaum bukan Nasrani dan Yahudi adalah Trump memberikan alasan bahwa mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel adalah demi mewujudkan janji "The Promosing Land" alias "Tanah Yang Dijanjikan" yang tersurat di dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani yang berarti sama sekali tidak dijanjikan bagi mereka yang bukan umat agama Yahudi dan Nasrani. Alasan politis apa pun jelas sulit diterima oleh mayoritas negara anggota PBB karena PBB sudah menjalin kesepakatan politis yang sama sekali tidak selaras dan tidak sesuai dengan anekaragam alasan politis Donald Trump demi membenarkan kebijakan Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel yang sebenarnya bukan negara bagian AS.

Jujur
Alasan yang paling jujur sekaligus paling menyakitkan adalah pengakuan Jerusalem sebagai Ibukota Israel merupakan bagian hakiki dari strategi politik luar  negeri AS demi mendukung penjualan senjata buatan AS ke Timur Tengah dengan jurus divide et empera agar lebih mudah bagi AS untuk menguasai negara-negara Timur Tengah yang merupakan sumber minyak bumi terbesar di planet bumi masa kini. Maka sudahlah benar bahwa Donald Trump untuk maju tak gentar rawe-rawe rantas malang-malang putung dalam mendukung industri senjata Amerika Serikat dengan tidak menghadirkan perdamaian di marcapada ini. Sebab perdamaian memang merupakan musuh terbesar industri senjata! [***] 

(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan yang mendambakan perdamaian dunia)

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya