Berita

Nusantara

Kesbangpol Dituding Gembosi Anies

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 02:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Perwakilan sejumlah ormas dan lembaga kemasyarakatan di DKI Jakarta geram acara makan siang bersama Gubernur Anies Baswedan di Balaikota ditunda. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Darwis Muhammad Aji dituding berada di balik penundaan acara itu.

"Ada upaya penggembosan terhadap Anies yang dilakukan kepala Badan Kesbangpol dalam kasus makan siang bareng ormas kemarin," kata Rico kepada wartawan, Rabu (13/12).

Dijelaskan dia, undangan makan siang bersama Anies dicetak Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) DKI. Sementara kepala Badan Kesbangpol merupakan pihak pengundang yang bertanggungjawab atas terselenggarannya kegiatan tersebut.


Padahal sepanjang Selasa kemarin, sesuai jadwal gubernur-wakil gubernur DKI, tidak tercantum agenda makan siang bareng perwakilan ormas dan kelembagaan masyarakat.

"Ini membuktikan kinerja kepala Badan Kesbangpol tidak profesional. Layak dilengserkan," kata Rico.

Dikonfirmasi, Darwis Muhammad Aji mengungkapkan hingga saat ini belum ada jadwal pasti terkait agenda makan siang bersama ormas. Namun, jika Anies telah menjadwalkan agenda tersebut, lanjutnya, berarti telah dikomunikasikan dengan Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH dan KLN).

"Mungkin Pak Anies sudah berkomunikasi dengan Biro KDH. Kalau memang besok kan kami yang berkomunikasi lagi dengan ormas-ormas itu," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan ormas dan kelembagaan masyarakat marah atas penundaan agenda makan siang bersama Anies Baswedan. Salah satu perwakilan dari Partai Berkarya, Hilda, mengaku baru mendapat kabar pembatalan acara tersebut setengah jam sebelum acara.

"Ada info pembatalan baru hari ini. Setengah jam sebelumnya. Gendeng mangan sendal. Lek lek wonge teko luar kota piye?" kata Hilda.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya