Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan batas waktu sampai akhir tahun ini kepada pelaksana proyek RS Pratama Sanggau menyelesaikan pekerjaannya.
Hal itu dikatakan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, saat melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan dua rumah sakit dan dua puskesmas yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Sanggau merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia. Dalam kegiatan itu, Pungkas mengunjungi empat lokasi yang menerima DAK bidang kesehatan yaitu, RS Pratama Sanggau yang mendapat kucuran DAK sebesar Rp 45 miliar, RSUD Sanggau Rp 19,6 miliar. Selain RS, Puskesmas Entikong juga mendapat kucuran dana sebesar Rp 11,3 miliar dan Puskesmas Balai Karangan Rp 11,3 miliar.
Dari keempat fasilitas kesehatan di perbatasan itu, hanya RS Pratama Sanggau yang kondisinya pembangunannya masih memprihatinkan.
"Pembangunan dua puskesmas di Entikong dan Balai Karangan dipastikan akhir tahun akan selesai. Sedangkan DAK untuk RSUD Sanggau digunakan belanja fasilitas medis. Hanya RS Pratama Sanggau yang kondisinya memprihatinkan," kata Pungkas sebagaimana rilis yang diterima redaksi.
Gedung bertingkat yang rencananya dibangun 2,5 lantai itu baru 75 persen. Sedangkan, akhir tahun ini seluruh pembangunan harus selesai 100 persen. Jika tidak memenuhi target, maka DAK dari pemerintah pusat akan dihentikan.
"Sepertinya tidak akan selesai akhir tahun ini. Sesuai aturan, jika tidak memenuhi target, maka DAK nya dihentikan, dan dilanjutkan dengan menggunakan APBD Kabupaten Sanggau," tegas Pungkas.
Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Proyek RS Pratama Sanggau Fathurrahman menyatakan, 200 pekerja sudah dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang dimulai sejak pertengahan Agustus 2017 itu. Bahkan, mereka harus kerja ekstra sampai malam hari.
"Hari Minggu pun kami tetap kerja, untuk mengejar target penyelesaian bangunan rumah sakit ini," tuturnya.
Fathurrahman mengakui, sangat tidak mungkin menyelesaikan bangunan seluas 36x66 meter persegi dalam waktu 142 hari. Idealnya, kata dia, bangunan itu bisa diselesaikan dalam waktu 180 hari.
"Saat ini bangunan sudah dikerjakan sekitar 75 persen, mungkin sampai akhir tahun bisa dikerjakan sampai 85 persen. Diperkirakan pertengahan Januari 2018 sudah selesai semua," kata Fathurrahman yang juga kuasa penuh PT Kreasindo Putra Bangsa ini.
Fatrhurrahman menjelaskan, rencananya rumah sakit ini dibangun dua setengah lantai, sembilan unit kamar inap pasien, yang setiap kamanya diisi lima pasien. Ia juga beralasan, lambatnya pembangunan diakibatkan faktor cuaca.
"Saat ini musim hujan. Sangat sulit melakukan pengecoran dinding dan lantai bangunan. Letak rumah sakit yang terletak di tengah rawa-rawa juga menyulitkan proses pengurukan tanah," jelasnya.
[wid]