Berita

Ilustrasi Tanah Longsor/Net

Nusantara

Kementan Bantu Peternak Korban Banjir Dan Longsor Di Pacitan

MINGGU, 10 DESEMBER 2017 | 18:08 WIB | LAPORAN:

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur beberapa waktu lalu menyebabkan kerugian hingga Rp 6,5 miliar di sub sektor peternakan. Tercatat total 150 ekor sapi, 1.961 kambing dan 6.509 ekor ayam mati dalam musibah tersebut.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), I Ketut Diarmita menjelasakan kerugian dari bencana alam tersebut juga melanda pada sarana prasarana seperti Gedung Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan (SPIB), N2 cair, Kontainer dan Semen Beku.

Selain itu juga terjadi kerusakan pada hamparan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dengan total luas 127 Ha.


Untuk meringankan kerugian peternak di daerah tersebut, Kementerian Pertanian Ditjen PKH memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor.

Adapun rincian total bantuan yang diberikan yaitu bantuan ternak berupa 39 ekor sapi, 40 ekor kambing, 5.000 DOD itik dan 1.500 DOC ayam.

Kemudian, pakan berupa Hijauan Pakan Ternak 40,3 kg benih, 60.000 stek bibit, 40 ton rumput, silase sebanyak 10 ton dan 12 ton konsentrat.

"Kementan juga memberikan bantuan obat-atan dan vaksin hewan sebanyak 273 botol obat-obatan, 406 botol vitamin, 350 kg mineral dan 120  botol desinfektan," ungkap Ketut seperti keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan tersebut diketahui Ditjen PKH juga mengirimkan tenaga medis kesehatan hewan untuk turun ke lapangan membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta menyerahkan bantuan berupa desinfektan, antibiotic, sepatu boots dan obat cacing.

"Untuk bantuan yang lainnya sebelumnya telah dikirim oleh masing-masing Unit Pelaksana Teknis  (UPT) di bawah lingkup Ditjen PKH berupa konsentrat, vitamin, obat-obatan, benih indigofera dan mineral. Bantuan juga seperti benih rumput," ujarnya.

Ketut berpesan agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini dapat membantu penatalaksanaan bangkai ternak dengan cara penyemprotan desinfektan dan disposal bangkai sesuai SOP. Selain itu pihaknya juga memberikan bantuan seperti pakan, bantuan benih dan bibit Hijauan Pakan Ternak.

"Untuk pengamatan terhadap penyakit sebagai bentuk early warning system juga perlu dilakukan untuk mencegah adanya kemungkinan wabah penyakit hewan akibat dampak banjir," ujar Ketut. [nes]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya