Berita

Joko Widodo/net

Politik

STATUS YERUSALEM

Tegas Menentang Trump, Jokowi Panen Dukungan Di 2019

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 20:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sikap tegas Presiden Joko Widodo yang menolak pengakuan Amerika Serikat bahwa Yerussalem ibu kota Israel patut didukung oleh seluruh bangsa Indonesia.

"Sikap tegas Jokowi menolak kebijakan Trump yang memindahkan Kedubes AS untuk Israel ke Yerusalem layak diapresiasi. Sikap ini sangat tepat dan layak diapresiasi oleh rakyat Indonesia. Ini juga akan berdampak positif terhadap elektabilitasnya,” ujar pengamat politik dari POINT Indonesia, Arif Nurul Imam, kepada wartawan, Jumat (8/12).

Menurut Arif, dengan sikap tegas seperti ini maka Presiden Joko Widodo akan memperoleh sentimen positif dari umat Islam sehingga potensial mendongkrak elektabilitasnya yang belum aman untuk Pilpres 2019.


Selama ini, lanjut Arif, Jokowi kerap dituding mengabaikan aspirasi umat Islam termasuk dalam merespons isu-isu internasional, khususnya di negara Islam.

"Ini juga akan membuahkan insentif elektoral bagi Jokowi, karena akan mengurangi sentimen negatif umat Islam," ujar Arif.

Arif tambahkan, sikap Jokowi terhadap kasus ini akan memupuk kepercayaan publik dari kelompok hijau atau kelompok Islam.

"Jika konsisten demikian, saya kira Jokowi akan panen dukungan di 2019," pungkas Arif. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya