Berita

Ilustrasi/Net

Global

Akui Yerusalem Ibukota Israel, Trump Bermain Dengan Api

KAMIS, 07 DESEMBER 2017 | 13:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai bermain dengan api dengan langkah agresif terbarunya yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Begitu kata Jamal Zahalka, seorang anggota Palestina dari parlemen Israel.

"Mereka yang merayakan deklarasi Trump di sini di Israel, adalah orang-orang yang akan melakukan segalanya untuk mencegah ketertiban dan perdamaian, dan untuk memajukan permukiman serta mendukung pendudukan, sambil mencoba mencekik aspirasi nasional Palestina yang adil," kata Zahalka mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Al Jazeera.


Sementara itu, Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan bahwa Trump telah mendiskualifikasi negaranya dari kemungkinan peran dalam proses perdamaian dan menghancurkan kemungkinan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sedangkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengecam keputusan Amerika Serikat itu dan menegaskan bahwa Yerusalem tetap ibukota abadi Palestina. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya