Berita

Donald Trump/Net

Global

Trump Sanggahan Lagi Tuduhan Keterlibatan Rusia Dalam Pemilu 2016

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 08:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan penyangkalan baru terkait tudingan bahwa ia pernah meminta mantan direktur James Comey untuk melakukan penyelidikan terhadap salah satu pembantu utamanya, Michael Flynn.

Dalam sebuah cuitan di Twitter akhir pekan kemarin, Trump mengatakan bahwa reputasi FBI berantakan. Ia juga kembali menyerang mantan saingannya dalam pemilu kemarin, Hillary Clinton, yang diselidiki oleh FBI menjelang pemilihan setelah diketahui bahwa dia telah menggunakan server email pribadi untuk menjalankan bisnis departemen negara bagian.

Dalam cuitan lain, presiden menuduh ABC News melaporkan dengan mengerikan dan tidak jujur, setelah salah satu reporter jaringan tersebut mengakui membuat kesalahan dalam sebuah cerita tentang Trump.


Rangkaian cuitan di Twitter itu dibuatnya di tengah kebingungan perkembangan penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

Trump menyangkal bahwa timnya berkolusi dengan Rusia untuk membuatnya terpilih.

Namun laporan muncul akhir pekan lalu menyebut bahwa Mueller yang merupakan mantan direktur FBI, telah menolak petugas FBI dari penyelidikan selama musim panas setelah dia diketahui telah membuat ucapan anti-Trump dalam pesan teks.

Seorang juru bicara Mueller mengatakan petugas tersebut dipecat dari tim investigasi segera setelah pesan tersebut ditemukan.

Sedangkan Michael Flynn yang merupakan mantan penasihat keamanan nasional Trump mengakui pada Jumat pekan lalu bahwa dia bekerja sama dengan penyelidikan Mueller, sebagai imbalan karena mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih rendah. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya