Berita

Satriawan Alif/RMOL

Nusantara

Penyaluran Dana Hibah Guru Melalui PGRI Dan HIMPAUDI Memicu Konflik

MINGGU, 03 DESEMBER 2017 | 17:55 WIB | LAPORAN:

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Serikat Guru Jakarta (SEGA) mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang berencana menyalurkan dana hibah guru honorer swasta dan PAUD melalui PGRI dan HIMPAUDI.

Menurut anggota SEGA, Satriawan Alif hal itu bisa menimbulkan kecemburuan antar guru dan memicu konflik baru.

"Kebijakan hibah hanya kepada PGRI dan HIMPAUDI bisa memicu konflik antar organisasi profesi guru. Tentu fenomena ini akan sangat tidak produktif dan konstruktif bagi terciptanya suasana edukatif di kalangan guru dan sekolah di DKI Jakarta," kata Alif saat konferensi pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta, Minggu (3/12).


Alif menambahkan kebijakan tersebut juga keliru lantaran hanya anggota PGRI dan HIMPAUDI saja yang mendapatkan dana hibah. Menurutnya banyak guru di sekolah swasta tidak ikut menjadi anggota PGRI.

Anggaran dana hibah ini dialokasikan kepada PGRI sebesar Rp 367 miliar dan Rp 40,2 miliar untuk HIMPAUDI.

"Jadi anggota organisasi profesi guru selain PGRI dan HIMPAUDI berpotensi tidak memperoleh tunjangan tersebut. Padahal guru-guru swasta di DKI Jakarta juga banyak yang bukan anggota PGRI," ujarnya.

Berdasarkan proposal yang diajukan PGRI kepada Pemprov DKI, setidaknya ada sekitar 52 ribu guru honorer sekolah swasta yang akan mendapatkan tunjangan Rp 500 ribu per bulan.

Sedangkan pengajar PAUD yang terdata mendapat dana hibah sebanyak 6.700 orang dengan nominal uang yang sama.

Lebih lanjut Alif menilai, tidak elok juga jika organisasi guru yang menyerahkan proposal kepada pemda DKI.

Menurutnya, jika tujuan dana hibah tersebut untuk menyejahterakan guru, seharusnya pemerintah melalui Dinas Pendidikan Pemprov langsung memberikan dana hibah kepada setiap pengajar di Jakarta.

"Harusnya tunjangan diberikan langsung oleh Dinas Pendidikan. Agar jelas dan karena mereka yang punya data (guru) lebih lengkap," tutup Alif. [nes]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya