Berita

Trump dan May/The Guardian

Global

Kritik PM Inggris, Donald Trump Sempat Salah Mention Di Twitter

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 15:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka telah menegur Theresa May atas kritiknya terhadap propaganda anti-Muslim dan membuka perselisihan diplomatik yang luar biasa antara sekutu transatlantik melalui akun Twitternya.

"Theresa @theresamay, jangan fokus pada saya, fokuskan pada Terorisme Radikal Islam yang merusak yang sedang berlangsung di Inggris. Kami baik-baik saja!," tulis Trump di akun Twitternya Rabu malam (29/11).

Pesan Trump muncul sebagai tanggapan atas kritik dari juru bicara Perdana Menteri Inggris atas retweeting video pembakar yang diposting oleh wakil pemimpin kelompok sayap kanan Inggris.


Namun, kericau Twitter "@theresamay" yang ditargetkan Trump bukan milik Theresa May, perdana menteri Inggris, tapi seorang wanita bernama Theresa Scrivener. Beberapa menit kemudian Trump menghapus dan memposting ulang tweetnya, kali ini dengan pegangan (mention) yang benar yakni @Theresa_May.

Komentarnya itu merupakan puncak salah satu hari paling tragis dari kepresidenan Trump. Pasalnya, pekan lalu, senator Amerika Serikat dari Utah Orrin Hatch bertemu May di Downing Street untuk membahas ancaman terorisme ke kedua negara.

Ia membuat komentar di Twitter, "PM @theresa_may adalah salah satu pemimpin dunia yang hebat, saya memiliki cinta dan rasa hormat yang luar biasa untuknya dan untuk cara dia memimpin Inggris Raya, terutama dalam menghadapi turbulensi."

Perseteruan di Twitter tersebut menandai sebuah putaran baru yang tak terduga dalam hubungan kedua negara. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya