Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Tanwir Pemuda Muhammadiyah Hasilkan Khittah Kahayan, Ini Isinya

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 19:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tanwir II (Rakernas) Pemuda Muhammadiyah yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sejak Minggu (26/11), salah satunya menghasilkan Khittoh Kahayan. Khittah ini menjadi garis, acuan, atau landasan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dalam menjalankan peran politiknya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berharap Khittoh Kahayan ini juga menjadi panduan bagi kaum muda Indonesia pada umumnya. Terutama menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Khittah Kahayan ini penting untuk meninggikan standar akhlak politik bangsa, di masa yang akan datang di tengah rendahnya akhlak politik bangsa saat ini, dimana segala cara dilakukan untuk merebut kekuasaan dan abai akhlak yang tinggi," jelas Dahnil di tepi sungai Kahayan, Palangka Raya siang tadi.


Penamaan Kahayan terhadap khittah itu merujuk kepada nama sungai tersebut. Khittah Kahayan ini memuat empat nilai. Empat nilai akhlak politik kebangsaan Pemuda Muhammadiyah tersebut dibacakan bersama oleh Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah se Indonesia.

Berikut empat nilai Khittah Kahayan tersebut.

Pertama, Nilai Ketauhidan

Pemuda Muhammadiyah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kekuasaan yang ada di tangan manusia adalah amanah dari Allah yang dipegilirkan bagi setiap manusia. Sebagaimana termaktub dalam al Quran:
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS Ali Imran 26).

"Oleh karena itu, setiap manusia yang diberi amanah kekuasaan oleh Allah Swt haruslah memegang teguh amanah tersebut dengan adil dan bertanggung jawab. Hal ini juga merupakan manifestasi dari tugas kekhalifahan yang diberikan Allah kepada manusia (QS Al Baqarah 30)," demikian isi khittah tersebut.

Kedua, Nilai Ubudiyah

Pada dasarnya tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana ditulis dalam Al Quran: “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (QS Adz Dzariyat 56)

Seluruh aktivitas kehudipan sebagai muslim adalah dalam rangka pengabdian/ibadah kepada Allah Swt. Termasuk di dalamnya kehidupan politik. Maka agar aktivitas politik kita dapat bernilai ibadah di sisi-Nya, aktivitas terebut harus dilandasi dengan nilai ubudiyah dan mampu memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara.

Ketiga, Nilai Mashlahat

Tujuan bernegara adalah mewujudkan kemashlahatan dan kesejahteraan bagi kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Dalam al Quran, kesejahteraan itu tidak hanya dilihat dari kuantitas tapi juga keberkahan dari rezeki yang dilimpahkan Allah. Sedangkan rezki yang melimpah sekaligus diliputi keberkahan itu hanya dapat dituai dengan keimanan dan keberkahan.

Sebagaimana firman Allah: Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A`raf 96).

Bagi Pemuda Muhammadiyah, kemashlahatan bernegara hanya akan dicapai jika politik kebangsaan dijalankan atas dasar keimanan dengan menghindari perilaku yang bertentangan dengan perintah Allah seperti korupsi, manipulasi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain lain.

Keempat, Nilai Dakwah

Pemuda Muhammadiyah memiliki identitas sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar sesuai dengan perintah QS Ali Imran 110. Apalagi perintah untuk amar maruf tersebut semakin ditegaskan kalau mendapat kekekuasaan sesuai QS Al Hajj 41 yang artinya. "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan."

Untuk itu Pemuda Muhammadiyah tidak pernah bosan menyeru dan mengingatkan kepada penguasa serta seluruh pengambil kebijakan untuk menjalankan amanah secara adil, berlandaskan nilai moral dan agama, agar  kebijakan tersebut dapat memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

Pemuda Muhammadiyah tidak akan sungkan untuk menyampaikan kritik dan terus mengingatkan semua pihak, baik pembuat kebijakan, media, maupun rakyat keseluruhan demi terwujudnya kemashlahatan bersama.
[sam]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya