Berita

Foto: Reuters

Global

Pemilu Honduras, Petahana Dan Oposisi Sama-sama Klaim Kemenangan

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 14:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Honduras yang kembali maju dalam pemilu presiden mengklaim kemenangan dalam pemilihan.

Klaim tersebut dilontarkan di tengah kebingungan dan ketegangan yang meningkat, tanpa hasil resmi yang muncul setelah lebih dari delapan jam setelah pemungutan suara berakhir.

Hernandez, sekutu Amerika Serikat mengumumkan kemenangan segera setelah sebuah jajak pendapat yang dikeluarkan oleh jaringan Televicentro memberinya 43,93 persen suara hari Minggu, dengan Salvador Nasralla, pihak oposisi, mendapatkan 34,70 persen.


Beberapa jam kemudian berlalu, tanpa hasil resmi muncul. Nasralla juga mengklaim dirinya menang pada Senin pagi (27/11) dengan keunggulan 4,8 persen atas Hernandez.

"Saya adalah presiden Honduras yang baru," klaim Nasralla pada pendukungnya.

Kemenangan bagi Nasralla akan menjadi kejutan besar di negara Amerika Tengah yang miskin, setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa Hernandez kemungkinan akan dengan mudah memenangkan tawarannya yang memecah belah untuk masa jabatan kedua, yang dimungkinkan oleh keputusan yang diperdebatkan pada tahun 2015 oleh Mahkamah Agung.

Ini akan menjadi pukulan bagi Amerika Serikat, yang menganggap Hernandez sebagai sekutu terpercaya dalam menangani perdagangan narkoba, geng dan migrasi. Amerika Serikat memiliki ikatan militer yang sudah berlangsung lama dengan Honduras dan sedikit sekutu ideologis di antara para calon presiden Amerika Tengah saat ini. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya