Berita

Hukum

Iwan Piliang Minta KPK Tidak Stop Di Setya Novanto Dalam Korupsi e- KTP

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 19:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aktivis Sosial Media Iwan Piliang meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menangkap dan menahan Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam skandal mega korupsi e-KTP.

Lewat akun Twitternya @Iwanpialang7 pada hari Senin (20/11) kemarin, Iwan menyebut KPK juga harus mengusut tuntas pihak-pihak lain yang menerima uang dalam pembuatan KTP Elektronik tersebut.

Iwan dalam twit-nya merasa publik dan jaga media massa saat ini masih berfokus pada Setya Novanto. Terlebih lagi saat Setnov sapaan karibnya resmi mengenakan rompi orange KPK pada Minggu (19/11) dini hari.


Iwan memaparkan lewat twitnya jika mengacu data dari Evello Corp, pemilik Big Data, Machine Learning, Artificial Intelligence: ada 18.414 Tweet di Twitter dengan hastag #TangkapNovanto, pada 15, 16 November 2017.

Sedangkan, kata Iwan, #IndonesiaMencariPapah mencapai 60.115, pada 16,17 November 2017," Hastag #SaveTiang Listrik 116.253, pada 16,17,18 November 2017,".

Kendati demikian, lanjut dia dalam, twit-nya ada meme berbeda yang baru ia terima. Meme tersebut menggambarkan Setnov memegang Piala Citra, di kanannya serombongan wajah bergrafis abu-abu.

"Ada muka Megawati hingga Presiden Joko Widodo. Pesan dari meme itu,”Jangan cuma Setnov di-enyek," jelas Iwan dalam twit-nya.

"Meme itu juga menulis nama saya, 'Ingat Skype Nazarudin dengan Iwan Piliang? Nama-nama disebut, partai-parati terindikasi kebagian di kasus e-KTP?'," sambung Iwan dalam twitnya.

Atas meme tersebut, Iwan pun dalam twit-nya mengaku, kembali membuka berita di media dan mendapati persidangan beberapa kasus di mana Nazarudin menjadi saksi.

"Bukan rahasia lagi pada kasus e-KTP menyeret Setnov, diiringi sudah banyak anggota DPR dipanggil KPK. Bahkan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasona Laoly diduga ikut kecipratana US $ 84 ribu," tegas Iwan.

"Hal itu terungkap dari persidangan dengan saksi Nazarudin. Hingga ke nama Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia ini, saya menjadi terperangah," tutup Iwan dalam Twit-nya. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya