Berita

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Polemik Tim Gubernur

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 23:05 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

UNKNOWN Netizen bikin status. Dia ketus. Dia bilang, "Huebaattt dana tim gubernur dki dari 2,3 M menjadi 28,99 M". Nyinyirin Anies-Sandi.

Ketua Fraksi PDIP DKI, Gembong Warsono, kritik Anggaran Tim Gubernur naik 12 kali lipat. Dari 26 personel menjadi 73 orang.

Sandi menyatakan memang ada penambahan personel Tim Gubernur. Otomatis, dana operasional ditambah.


Semasa Gubernur Ahok, ada dua tim: TGUPP (Pergub 411/2016) dan TWUPP (Pergub 410/2016). Dua tim ini rencananya dilebur jadi satu. Tim ini bisa diaudit. Bukan tim siluman. This is open government. Bukan cuma good government.

Ada yang aneh dari status netizen tadi. Saya coba kalkulasi. Dana 2,35 Miliar dibagi 12 bulan jadinya 195.833.333,- lalu dibagi 26 personel. Hasilnya 7,532,051 rupiah.

This is impossible nominal. Handle 6 wilayah administratif, 10 juta orang, dan abundant preman dengan dana segitu. Mana mungkin cukup. Mestinya ada off budget. Entah dari mana.

Ada "anak-anak magang". Intelnya Ahok. Paling ngetop, si legendaris "Sunny". Ternyata, Staff Gubernur Sunny ngaku digaji oleh Grup Rajawali. Aneh kan? Ngaku Staf Gubernur tapi digaji swasta. Mungkin itu juga sebabnya, anggaran 2,3 Miliar bisa cukup.

Saya kira, Gubernur Anies hendak mengembalikan fatzun pemerintahan. Dia minimalisir intervensi oligarki. Swasta ya swasta. Jangan di-blur-kan. Moto Swasta: "No free lunch". Ngga mungkin swasta bayarin "staf gubernur" tanpa kompensasi apa pun. Sekali pun sulit diaudit. Get real.

Bila saya pebisnis, menang tender atau dapet proyek pemda, maka paling aman menjaga relasi dengan gubernur adalah biayai tim relawan pro gubernur. Ini baru moduzzz...!!

Jika kasi cinderamata, berlian, atau tas LV bisa kena pasal gratifikasi. Bila transfer fee, bisa diciduk KPK.

Bisa jadi, ini langkah pertama Anies menghidupkan kembali kultur "geniocracy" (Rule by the intelligent). [***]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya