Berita

Deisti Astriani Tagor/net

Hukum

Diperiksa 8 Jam, Istri Novanto Dicecar Soal PT Mondioalindo Dan PT Murakabi

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 19:18 WIB | LAPORAN:

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama hampir delapan jam.

Pagi tadi, Deisti tiba di Gedung KPK pukul 09.52 WIB dan langsung masuk ke ruang pemeriksaan. Baru sekitar pukul 17.45 WIB ia nampak turun dari ruang pemeriksaan.  

Sejak masih berada di lobi gedung, istri Ketua Umum Partai Golkar itu terus menundukan kepala. Segala jawaban awak media hanya dijawab dengan satu kalimat singkatnya.


"Tanya penyidik saja, ya," kata Deisti singkat usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Senin (20/11).

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa istri Ketua DPR RI itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Mantan Komisaris PT Mondioalindo Graha Perdana untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dalam perkara korupsi KTP elektronik.

Ia menyampaikan, penyidik KPK mengklarifikasi terkait dua perusahaan, PT Mondioalindo dan PT Murakabi.

"Tentu kita dalami apa yang dia ketahui tentang kepemilikan dua perusahaan itu. Karena ada perusahaan-perusahaan tersebut yang berdasarkan investigasi KPK menjadi bagian fakta kerangka yang kita telusuri," jelas Febri.

PT Mondialindo Graha Perdana merupakan bagian saham terbesar dari PT Murakabi Sejahtera. Sedangkan PT Murakabi Sejahtera merupakan salah satu peserta konsorsium proyek e-KTP, tahun anggaran ‎2011-2012. Namun dalam proses lelang PT Murakabi sengaja diatur agar kalah.

Diketahui keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi pernah menjabat sebagai Dirut di PT Murakabi.

"Itu yang perlu kita dalami lebih lanjut. Siapa pemiliknya, bagaimana proses pengalihannya, dan jika ada saham-saham bagaimana proses jual beli sahamnya," tutup Febri. [san]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya