Sekjen partai besutan pedanÂgdut Rhoma Irama ini senang bukan kepalang dengan putusan Bawaslu yang meloloskan parÂtainya untuk mengikuti seleksi lanjutan sebagai calon peserta Pemilu 2019. Berikut penuÂturan bekas ketua Panwaslu DKI Jakarta ini;
Apa tanggapan Anda terhÂadap putusan Bawaslu ini?
Satu, Sipol yang menjadi beÂban dari Partai Idaman dan partai lainnya tidak didasari peraturan perundangan. Karena dalam Undang-Undang Nomor 7/2017 itu kan tidak muncul kata Sipol, sehingga PKPU membuat norma baru yang ternyata membeÂbani. Secara hukum administrasi negara dan diakui oleh Bawaslu, Sipol itu harusnya untuk memÂbantu. Adalah hak partai untuk diringankan, bukan dibebani.
Kedua, terkait dengan proses administrasi, dimana pertama karena keputusannya keluar malam hari maka tidak melalui surat. Kemudian ternyata ketika cek fisik banyak yang diabaikan. Misalnya kalau Partai Idaman check list-nya melalui pinsil, tidak ada stempel, petugasnya juga kabur-kaburan, secara adÂministrasi kan enggak tepat.
Kedua, terkait dengan proses administrasi, dimana pertama karena keputusannya keluar malam hari maka tidak melalui surat. Kemudian ternyata ketika cek fisik banyak yang diabaikan. Misalnya kalau Partai Idaman
check list-nya melalui pinsil, tidak ada stempel, petugasnya juga kabur-kaburan, secara adÂministrasi kan enggak tepat.
Lalu berikutnya dalam
check list itu yang ditampilkan ada beÂberapa daerah yang lalai dimasuÂkan. Contohnya di Jawa Barat itu kan ada 27 kabupaten/kota. KPU bilangnya kepengurusan kami hanya ada di 20 kabupaten/kota. Tapi di persidangan kami buktikan, dengan sama-sama menghadirkan
check list. Ternyata KPU abai, karena buktinya kami ada 21 daerah.Mereka lupa menginput Kabupaten Subang, sehingga kami kepengurusan dianggap hanya 72 persen dan tidak memenuhi syarat. Padahal kenyataannya kami malah melebihi syarat, karena mencapai 77 persen kepengurusan kalau Subang dimasukan oleh KPU.
Bawaslu kan suruh cek fisik dokumennya. Partai Idaman siap enggak?Enggak masalah, enggak masalah. Kami kan tinggal sortir ulang. Pertama karena kan ada kekhawatiran mungkin saja penÂgurus ada yang geser. Adanya partai yang lolos dan nggak lolos kan bisa saja mempengaruhi secara psikologis. Tapi mudah-mudahan nggak.
Kedua kan ada daerah-daerah yang memang jauh, seperti di Indonesia bagian timur itu agak berat medannya, sehingga butuh waktu juga. Toh putusan Bawaslu kan meminta dalam tiga hari kerja KPU harus menÂerima Partai Idaman untuk divÂerifikasi.
Apalagi ada pelanggaran adÂministrasi dimana KPU dalam masa pendaftaran ternyata sudah dilakukan verifikasi administrasi. Padahal verifikasi administrasi itu subtahapan dari verifikasi. Subnya itu kan satu daftar, keÂmudian verifikasi administrasi, dan berikutnya verifikasi faktual. Jadi itu pelanggaran. Jadi kami dimasukan lagi dan terdaftar sebagai calon peserta Pemili 2019.
Berkas Partai Idaman sudah lengkap?Sudah, kan kami sudah serahÂkan ketika mengajukan gugaÂtan ke Bawaslu. Persoalannya kan ketika di-upload ke Sipol. Data fisik ini kan hampir satu bulan ada di Bawaslu. Mudah-mudahan nggak ada pengurus yang geser-geser dan pindah ke lain hati. Karena selama sebulan ini kan ada saja godaan akibat melihat partai yang lolos. Ini yang harus kami pastikan lagi. Tapi semoga nggak ada sehingga semua dokumennya tetap lengÂkap seperti sebelumnya.
Memang sudah ada penÂgurus yang pindah ke partai lain?Sejauh ini masih solid ya. Cuma maksud saya dalam waktu satu bulan kan kami tidak tahu.Apalagi daerah yang jauh itu kan agak sulit kami jangkau untuk menginformasikan keputusan baru ini. Maksud saya kami antiÂsipasi lah, tapi mudah-mudahan tidak ada yang pindah ke lain hati.
Selain itu juga kami berharap dengan adanya putusan ini kami bisa menjangkau lebih banyak lagi. Artinya kemarin kan unÂtuk kecamatan baru 50 persen, dalam waktu singkat ini siapa tahu bisa dikejar untuk melebihi jumlah itu. Contoh Nunukan kemarin kan kami cuma bikin 9 DPC, dari 18 kecamatan. Nah ternyata baru ada pemekaran kecamatan. Artinya kami bisa coba kejar dalam waktu tiga hari kerja.
Soal keterangan domisili dan rekening bank bagaimana?Kan itu nggak lengkapnya gini. Ketika itu kami upload, kan belum muncul rekening partai di beberapa wilayah. Naj, last minÂiute rekening itu masuk, cuma sudah nggak sempat buat ngejar. Jadi tanggal 16-18 Oktober itu kan kesulitannya sangat tinggi. Kalau bahasa ITE-nya itu karena penyelenggara tidak menyediaÂkan fasilitas yang handal.
Handal itu ukurannya adaÂlah
capibility dan
reliability. Artinya tingkat kesuksesannya 99 persen, toleransi erornya itu 1 persen, dan downtime-nya itu di bawah 1 persen. Tapi ternyata di hari terakhir itu kan makin lama, makin sulit untuk upload. Jadi nggak bisa kami selesaikan.
Jadi, semua persyaratan sudah komplit?Sebenernya demikian. Sebenernya masalah dokumen ini harusnya clear. Cuma kan dalam waktu sekitar satu bulan ini kan bisa saja ada perubahan. Namanya hidup kan nggak ada yang statis. Melihat yang satu loÂlos dan yang satunya tidak lolos, bisa saja menyebabkan godaan. Ini kekhawatiran saja.
Optimis nih Partai Idaman ikut Pemilu 2019?Insya Allah sih. Sekarang kami kan sudah calon peserta pemilu. Tinggal dua langkah lagi kan, administrasi dan verifikasi faktual. Yang berat menurut saya di verifikasi faktual di lapangan. Adanya pelanggaran seperti ini kan karena yang namanya penyeÂlenggara pemilu itu pasti dalam proses, tapi tidak ada kepastian dalam hasil. Oleh karena itu perlu ada kepastian hukum, ada kejelasan, tata caranya benar dan segala macam.
Tadi kan ada kekhawatiran pengurus pindah ke partai lain, apa yang sudah dilakuÂkan?Ya kami konsolidasikan DPW, DPC, dan DPW kami hitung ulang. Karena memang ada kerugian imaterial akibat kepuÂtusan KPU kemarin. Kerugian materiilnya kan secara ongkos kami sudah banyak yang keluar. Imateriilnya secara psikologis orang kaget, kok baru daftar saja sudah gagal. Ini kan baru masalah administrasi. Harusnya kan ada upaya perbaikan. Tapi ini kan di awal sidah di sikat duluan. Jadi secara imateriil kami juga ada kerugian.
Bentuk konsolidasinya seperti apa?Konsolidasi biasa, kan kami punya jaringan WA(WhatsApp), Facebook kemudian teman-teÂman DPP turun ke DPW masing-masing. Kemarin sudab mulai kami konsolidasikan. ***