Berita

RMOL

Politik

Pemuda Muhammadiyah Sultra Kukuhkan Satgas Advokasi

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 07:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pimpinan wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara menggelar kuliah umum dan pengukuhan satgas advokasi di Aula Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (15/11).  

Dalam pengukuhan dan kuliah umum yang mengangkat tema 'Nalar Keadilan untuk Mustad'afin' itu turut hadir Dr. Cand. Faisal selaku ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan inisiator pembentukan PP Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah.

Pembentukan satgas advokasi pemuda Muhammadiyah Sultra sebagai ladang perjuangan baru dalam ber-Muhammadiyah sebagai pengamalan dari teologi Al Maun. Keberpihakan terhadap kaum mustadafin.  


"Inilah medan pertempuran kader muda Muhammadiyah dalam mencegah kemunkaran. Tugas mulia ini bukan semata mereka yang bergelar sarjana hukum atau para advokat melainkan tugas bersama tanpa melihat latar belakang pendidikan. Salah satu jalannya adalah melalui satgas advokasi Pemuda Muhammadiyah," jelas Wakil Ketua Bidang Hukum PWPM Sultra Alasman Mpesau.

Sementara, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sultra Ariffudin Bakrie menambahkan, dengan adanya satgas advokasi di Sultra dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses bantuan hukum. Guna meningkatkan nalar keberpihakan untuk mustad'afin

Kabar baiknya, satgas advokasi langsung gerak cepat pasca dibentuk, baik di tingkat pimpinan pusat, wilayah dan daerah Pemuda Muhammadiyah. Kerja-kerja advokasi langsung ditunaikan. Beberapa diantaranya membuahkan hasil, sebut saja advokasi ratusan petani Karawang yang tanahnya digusur dan diambil paksa oleh perusahaan swasta.

"Harapan ke depannya, satgas advokasi banyak dibentuk di beberapa wilayah dan daerah lain, dan memberi dampak positif dalam upaya pembelaan terhadap kaum mustadafin. Dan ikut ambil bagian dalam kebijakan publik dalam menjalankan panji dakwah perjuangan," demikian Ariffudin. [wah]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya