Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

AP II Klaim Cuma Kerja Sama

Isu Bandara Soetta Dijual
RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 10:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kabar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten bakal dijual ke pihak swasta kembali mengemuka setelah bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengkritiknya melalui akun Twitter.

 Pihak PT Angkasa Pura II (AP II) Persero yang merupakan pen­gelola Bandara Soetta pun lang­sung membantah kabar tersebut.

Vice President of Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan, memang akan ada kerja sama perseroan dengan swasta dalam hal pengelolaan bandara. Na­mun, tidak ada skema pengalihan aset perusahaan ke pihak lain.


"Hingga saat ini perseroan belum ada rencana untuk mengkerjasa­makan Bandara Soekarno-Hatta, tetapi yang sedang dikaji oleh tim yaitu rencana kerja sama untuk Bandara Kualanamu, Medan. Tapi semuanya tidak ada pengalihan aset," tegas Yado di Jakarta.

Dijelaskan, tujuan kerja sama ini agar swasta dapat menularkan keahliannya dalam mengelola bandara yang lebih baik lagi.

"Pihak private ini diharapkan dapat membawa expertise-nya untuk lebih meningkatkan pe­layanan dan fasilitas di bandara tersebut," kata Yado.

Komisaris Utama AP II Rhe­nald Kasali juga angkat bicara terkait isu tersebut. Menurutnya, isu penjualan sejumlah bandara internasional ke pihak asing adalah hoax (bohong) karena secara garis besar tidak ada ren­cana penjualan bandara ke pihak mana pun.

"Yang ada adalah kerja sama dengan investor untuk meng­hasilkan buat Indonesia. Pe­rusahaan asing saat ini tengah berebut ingin kerja sama dengan AP II karena kondisi keuangan dan pertumbuhan penumpang kita bagus," kata Rhenald dalam keterangan resminya.

Rhenald yang juga pendiri Rumah Perubahan ini mengata­kan, sejak Terminal 3 rampung, Bandara Soetta makin seksi di mata investor.

"Banyak investor yang da­tang ke Soetta dan Kualanamu. Setelah melihat data banyak pihak yang meminta kerja sama. Apalagi di Soetta kami akan investasi lebih dari Rp 32 triliun, jadi dalam tempo 3 tahun ke depan kami bisa lebih dari itu," tutur Guru Besar FE UI itu.

Lini Bisnis Vital

Pengamat penerbangan Alvin Lie berpendapat, meski ben­tuknya kerja sama, pengelolaan Bandara Soetta tetap dikuasai AP II sebagai wakil pemerintah.

"Untuk lini bisnis vital seperti pengendalian lalu lintas udara, we­wenang kuat dalam pengelolaan harus tetap ditangan AP II. Bahaya kalau ini dipegang asing," kata Al­vin kepada Rakyat Merdeka.

Ia meminta jangan sampai kerja sama dengan pihak swasta mem­buat wewenang AP II terhadap Soetta melemah dan malah merugi­kan perusahaan bahkan negara.

Sebelumnya bekas Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan di akun Twitter, "Soekarno-Hatta adalah bandara paling menguntungkan, paling cash-rich. Kok malah mau diswas­takan-cara berfikir keblinger dan konyol. Menyedihkan, ternyata Nawacita dan Trisakti hanya slo­gan, bukan jadi refensi kebijakan. Semakin menjauhkan diri dari cita-cita kemerdekaan," tulis @RamliRizal.

Namun, sekitar satu jam set­elah kicauan tersebut, dirinya kembali mengungkapkan infor­masi yang didapat dari Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Barusan Menteri Perhubun­gan Budi Karya WatsApp saya, bahwa Bandara Soeta tidak akan dijual." Ide-ide lain sedang dibahas. Saya ucapkan terima kasih dan katakan "Marwah NKRI perlu dijaga. Tks Mas Budi," kicau Rizal. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya