Berita

Foto/Net

Bisnis

Industri Semen Merugi

Pasokan Berlebih
SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Laba industri semen anjlok akibat pasokan semen di Indonesia masih kelebihan produksi. Bahkan perusahaan harus telan kerugian hingga ratusan miliaran Rupiah.

Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Gary Schutz men­gatakan, selama persoalan paso­kan ini tidak dibenahi maka akan menjadi momok bagi industri. Semua pihak termasuk pelaku usaha mesti cekatan menyikapi persoalan ini sebelum kerugian industri makin besar.

"Kondisi saat ini masih pasokan semen nasional yang kelebihan belum teratasi," jelas Gary kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Persoalan pasokan berlebih ini, menurutnya, tidak bisa di­anggap sepele. Akibat kelebihan pasokan ini laba industri semen melorot. Pelaku usaha pun mesti putar otak mencari jalan keluar untuk menarik konsumen.

"Sangat memberikan dampak terhadap kinerja industri semen di Indonesia perusahaan men­galami penurunan penjualan," ujarnya.

Holcim sendiri mencatat ter­jadi penurunan penjualan sebe­sar -0,4 persen untuk periode sembilan bulan tahun ini jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Walau sekilas penurunan terlihat kecil, tapi efek kelebihan pasokan ini dite­gaskannya merusak kinerja.

"Kondisi pasokan berlebih memberi tekanan pada harga di pasar terlepas dari upaya-upaya efisiensi yang kami lakukan. Kami mencatat kerugian sebesar Rp 647 miliar," katanya.

Menurut dia, pasar semen pasca Lebaran sebetulnya sudah bergairah. Sektor konstruksi dan infrastruktur mulai mengalami peningkatan seiring dengan per­cepatan realisasi belanja untuk proyek pemerintah. Misalnya, proyek pembangunan jalan tol, jembatan, bendungan, dan pem­bangkit listrik.

Pembangunan tersebut telah mendorong pertumbuhan kon­sumsi seluruh pelaku bisnis se­men yang mencapai 47 juta ton hingga akhir September 2017. "Pembangunan ini tentunya akan menciptakan peluang untuk meningkatkan perekonomian lebih baik," ucapnya.

Gary meminta pemerintah ter­us merangkul perusahaan swasta dalam menjalankan proyek pembangunan. Proyek-proyek besar serta pembangunan in­frastruktur, dan perumahan yang merupakan proyek potensial bisa melibatkan industri.

Meski pasar diprediksi masih akan kelebihan pasokan hingga akhir Desember, dia tetap op­timis, berbagai strategi bisnis yang dilakukan oleh pelaku industri bisa meminimalisir dampak negatif. "Ke depan, pertumbuhan penjualan semen diharapkan semakin menguat seiring pembangunan yang ber­jalan, walaupun pasar masih mengalami kelebihan pasokan," harapnya.

Corporate Secretary PT In­docement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos mengakui, permintaan semen pada Septem­ber lalu masih mencatatkan per­tumbuhan postif. "Pengerjaan sejumlah proyek tol pembangkit pada proyek strategis mem­berikan kontribusi kenaikan permintaan," kata dia.

Kendati begitu, pada kuartal III, Indocement mencatat penu­runan pendapatan sebesar 7,5 persen menjadi Rp 10,51 triliun. Laba perusahaan juga tertekan hingga 55,31 persen menjadi Rp 1,41 triliun.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi menam­bahkan, akibat persoalan pasokan ini rawan terjadi persaingan tidak sehat. Produksi semen masih di atas 30 persen dibandingkan den­gan kebutuhan nasional.

"Sedangkan pertumbuhan permintaan nasional setiap ta­hun hanya tumbuh 5 persen mengakibatkan industri semen selalu langganan over supply," ujar Rahmad.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso optimis, kondisi ini akan pulih sehingga harga kembali normal. "Harga bisa lebih bagus lagi dari sekarang ini kan positif," kata Widodo.

Menurut dia, di tengah perso­alan pasokan seperti sekarang, maka perusahaan semen akan bergantung pada proyek pemer­intah. "Proyek pembangunan in­frastruktur di beberapa wilayah itu menjadi salah satu pemacu tumbuhnya penjualan di dalam negeri," imbuhnya.

Catatan ASI sampai kuartal III tahun ini konsumsi semen nasional meningkat 6,6 persen menjadi 47,43 juta ton. Seluruh perusahaan semen yakin, tahun ini volume penjualan di domestik bakal tercatat tumbuh melebih proyeksi awal, yakni 5 persen. "Kalau kita berharap sampai akhir tahun tren penjualan bisa bagus supaya pabrik semen bisa stabil," tukasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya