Berita

Sayfullo Saipov/net

Dunia

Saipov, Hanya Terinspirasi Atau Memang Prajurit ISIS?

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 07:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan truk di New York City yang menyebabkan delapan orang tewas.

Namun, klaim itu tidak menyertakan bukti apapun tentang keterlibatan mereka. Kelompok tersebut hanya menyebut penyerang, yaitu pria asal Uzbekistan, Sayfullo Saipov (29), sebagai "tentara kekhalifahan".

Klaim tersebut dipublikasikan di surat kabar mingguan al-Naba, diteruskan SITE Intelligence Group yang melacak aktivitas online organisasi ekstremis. Yang jelas, surat kabar tersebut tidak menyebutkan nama penyerang.


Namun, dikutip dari USA Today, para analis percaya Saipov kemungkinan besar bertindak sendiri alias "lone wolf" saat merencanakan dan melakukan pembantaian di hari Selasa itu. Meski begitu, ia tampak sangat dipengaruhi oleh ideologi dan metode kelompok ISIS.

ISIS berulang kali mendesak pengikutnya untuk menggunakan kendaraan dalam menggelar serangan. Pihak berwenang di NYC mengatakan, Saipov dengan cermat merencanakan serangan tersebut. Ia juga meninggalkan beberapa catatan pribadi yang menyatakan bahwa "Negara Islam akan bertahan selamanya". Beberapa video propaganda ISIS pun ditemukan di teleponnya.

Saipov, yang ditembak oleh polisi namun nyawanya tertolong, mengatakan tidak merasa bersalah kepada penyidik. Bahkan ia meminta aparat untuk menggantungkan bendera ISIS di ruang perawatannya di rumah sakit.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, beberapa kali menuliskan di akun Twitter pribadinya bahwa Saipov harus menerima hukuman mati.

Namun, para pakar hukum menyesali ucapan Trump itu karena dapat mempengaruhi proses hukum. Trump juga menyarankan Saipov dipenjarakan di Teluk Guantanamo.

Saipov berimigrasi ke AS dari Uzbekistan pada tahun 2010 di bawah program visa "lotre" Departemen Luar Negeri yang menerima para pelamar dari negara-negara dengan imigran yang relatif sedikit. Program ini sendiri telah memantik kemarahan Trump disertai ancaman untuk segera mengakhirinya. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya