Berita

Net

Politik

Walhi Dorong Langkah Anies-Sandi Atasi Polemik Reklamasi

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 04:48 WIB | LAPORAN:

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah segera melakukan tindakan nyata menghentikan proyek ilegal yang secara nyata melawan aturan undang-undang, terkait polemik berkepanjangan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Puput Td. Putra, melanjutkan proses pembangunan pulau-pulau palsu seperti Pulau C dan Pulau D yang sudah berdiri saat ini sama saja dengan melakukan pemutihan terhadap kejahatan lingkungan hidup yang sangat bertentangan dengan marwah negara berlandaskan pada hukum.

"Walhi juga mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan untuk segera melaksanakan janji politiknya secara tegas dan dalam tindakan nyata, sehingga tidak menimbulkan intrepretasi dan memperluas spekulasi yang tidak perlu," katanya kepada wartawan, Sabtu (4/11).


Manajer Kampanye Pesisir, Laut, dan Pulau-pulau Kecil Eksekutif Nasional Walhi Ony Mahardika menambahkan, perlu terobosan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berupa tindakan cepat dan nyata. Agar polemik tidak berkepanjangan dan semakin mengaburkan persoalan yang ada.

Walhi mencatat, sedikitnya ada enam langkah nyata yang bisa dilakukan oleh Anies-Sandi untuk membuktikan keseriusan atas komitmen dan janji politiknya.

Langkah pertama, mencabut Peraturan Gubernur 146/2014 tentang Pedoman Teknis Membangun dan Pelayanan Perizinan Prasarana Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Kedua, mencabut Pergub 206/2016 dan Pergub 137/2017 yang mengatur Panduan Rancang Kota Pulau C, D, dan G.

"Ketiga, Gubernur Anies Baswedan tidak menerbitkan izin-izin yang berkaitan dengan dilanjutkannya pelaksanaan reklamasi," ujar Ony.

Keempat, menarik kembali Rancangan Peraturan RZWP3K DKI Jakarta untuk ditinjau ulang. Antara lain menghapus pasal-pasal yang berkaitan dengan reklamasi Teluk Jakarta.

Kelima, melakukan kajian komprehensif hulu-hilir Teluk Jakarta dan melakukan kajian komprehensif tentang dampak lingkungan hidup keberadaan pulau yang sudah terlanjur dibangun dengan melibatkan warga terdampak serta partisipasi publik. Proses dan hasil kajian harus dibuka ke publik.

"Keenam, melakukan pemulihan kondisi eksosistem dan lingkungan hidup di wilayah Teluk Jakarta termasuk pemulihan wilayah yang saat ini sudah terbangun atau berubah menjadi pulau-pulau. Dan melakukan rehabilitasi wilayah hidup nelayan tradisional di Teluk Jakarta secara partisipatif," jelas Ony.

Ditambahkannya, ketiadaan langkah nyata dari Anies-Sandi berakibat pada berlanjutnya polemik. Serta dapat menimbulkan persepsi publik dan warga ibu kota secara negatif kepada pemimpin yang baru itu. [wah]  

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya