Berita

Foto/Net

Bisnis

Revisi UU PNBP Merupakan Skandal Terbesar Bernegara Jika...

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 02:01 WIB | LAPORAN:

. Rencana pemerintah menyisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai instrumen baru menaikkan pendapatan dinila sebagai sekandal besar dalam bernegara.

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengaku heran dengan langkah pemerintah yang terlambat dalam mengambil kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebijakan ini sudah dilakukan pemerintah sejak dahulu. Apalagi landasan awal UU PNBP dibuat untuk menarik penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.


Namun demikian jika instumen yang diajukan pemerintah sebagai PNBP menyasar kepada rakyat hal tersebut merupakan skandal pelanggaran atas semangat bernegara.

"(Revisi UU PNBP) ini sebetulnya akibat dari kegagalan pemerintah sendiri atas kesalahan dalam perencanaan dan kegagalan dalam menyesuaikan realitas, kemampuan, objektivitas kita. Kita lihat mestinya semangat awal PNBP inikan ada di sumber daya alam," ujar Salamuddin dalam diskusi publik bertajuk 'RUU PNPB Lolos, Rakyat Tambah Beban' di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (1/11).

Lebih lanjut dirinya menilai rencana pemerintah mengajukan Revisi UU PNBP tidak jauh dari beban hutang yang menumpuk. Terlebih target pwnerimaan pajak tidak dapat ditembus oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dirinya juga heran mengapa Menteri sekaliber Sri Mulyani tidak mampu menuntaskan tugas negara.

"Apa nggak malu, target pajak gagal, devisit gagal (makin tinggi), APBN tidak tercapai semuanya. Target pajak dari 2015, 2016, 2017 tidak ada satupun yang tercapai. Semua tidak tercapai, utang bergerak dengan sangat tinggi," ketusnya. [nes]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya