Berita

Odinga/Net

Global

Tolak Hasil Pemilu, Oposisi Kenya Dorong Pemulihan Demokrasi

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 12:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin oposisi Kenya Raila Odinga menolak hasil pemilihan presiden ulang yang memenangkan Uhuru Kenyatta untuk menjalankan masa jabatan kedua.

Odinga menyebut pemilihan itu hanya sebuah kepura-puraan.

Dalam pemilu yang diulang, Kenyatta memenangkan 98 persen suara dengan jumlah pemilih di bawah 40 persen. Sebagian besar dikarenakan adanya boikot dari oposisi.


Mahkamah Agung membatalkan pemilihan pertama pada bulan Agustus dengan alasan penyimpangan dan ilegalitas.

Dalam reaksi resminya yang pertama terhadap pemilu ulang, Odinga menyerukan sebuah gerakan perlawanan nasional termasuk pembentukan majelis rakyat untuk membawa kelompok masyarakat sipil bersama-sama memulihkan demokrasi.

"Pemilu ini tidak boleh berdiri, ini akan menjadi olok-olok pemilihan secara menyeluruh dan mungkin juga akhir dari pemungutan suara sebagai sarana untuk melembagakan pemerintah di Kenya, ini benar-benar akan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pemungutan suara," katanya seperti dimuat BBC.

Ia pun mengklaim bahwa pemilihan kembali pemilihan presiden bulan Agustus itu tidak konstitusional. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya