Berita

Nusantara

Kemenaker Tolak PHK Buruh Di Tambang Halmahera Utara

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 06:50 WIB | LAPORAN:

Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan meminta PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) memperkerjakan kembali sejumlah pekerja lokal yang dipecat beberapa waktu lalu.

"Terkait rencana PHK sepihak terhadap 21 orang pekerja, di mana sampai saat ini belum ada kepastian kapan dipekerjakan kembali. Untuk itu kami minta agar perusahaan segera mempekerjakan mereka kembali," kata Direktur Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga kerja Kemenaker Bernawan Sinaga kepada redaksi, Rabu (1/11).

Hal itu disampaikan Bernawan terkait surat resmi yang pernah ditujukan kepada Direktur Utama PT NHM Anang Rizkani Noor. Pemecatan sejumlah pekerja lokal di perusahaan tambang asal Australia tersebut mendapat sorotan Kemenaker.


Pada 18 Oktober lalu, Kemenaker menerjunkan tim pengawas untuk menyelidiki informasi pemecatan pekerja tambang di Halmahera Utara. Penyelidikan digelar berdasarkan laporan sejumlah organisasi pekerja PT NHM. Kemenaker meminta Anang mempekerjakan kembali pekerja yang dipecat. Juga memanggil Anang terkait kisruh pemecatan massal di perusahaan itu.

Terpisah, Ketua Gabungan Serikat Buruh Mandiri (GBSM) PT NHM Fortifive Manihing menilai, perusahaan sengaja mengulur-ulur waktu tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan.

"Semakin mereka mengulur waktu maka akan semakin panjang pula nasib pekerja yang terkatung-katung. Ini bukti ketidakberesan manajemen, padahal sudah dikelola oleh Australia," ujarnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya