Berita

Foto/Net

Hukum

Tetap 'Bermain' Kotor, Kepala Daerah Terpilih Rawan Ditangkap KPK

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 08:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Banyaknya kepala daerah terpilh terjerat kasus korupsi masih jadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Apakah prak­tik korupsi itu terjadi sebagai bentuk pengembalian modal pilkada? Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin memprediksikan, pemenang Pilkada 2018 berpotensi ter­jerat kasus dugaan korupsi, jika mereka tetap melakukan cara kotor, misalnya korupsi dan bermain proyek.

"Potensi kepala daerah me­nang pilkada ditangkap KPK sangat besar. Jadi calon kepala daerah butuh dana besar sehinggangutang. Untuk balikin dana itu, ya salah satunya dengan korupsi. Ini berpotensi untuk dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ujang menuturkan, tiga kali pilkada serentak pada 2015, 2017 dan 2018 setidaknya calon dipaksa merogoh kantongnya dalam-dalam. Bahkan tak jarang ada calon kepala daerah tertentu menghabiskan dana Rp 40 miliar untuk pen­calonannya.


"Artinya pilkada tidak akan bebas dari korupsi jika calon kepala daerah masih harus mengeluarkan dana besar sepertiitu. Jika menang, merekamemutar otak untuk bisa mengembalikan modal. Maka tak jarang ada izin dan proyek diijon sebelum mereka terpi­lih," jelas pengamat politik Universitas Al-Azhar ini.

Selain itu, Ujang mengungkapkan, aliran dana sumbangan cukung diduga lebih banyak cash and carry kepada calon. Karena itu harus diawasi dengan super ketat.

"Pengusaha memiliki dana akan memberikan dananya kepada calon. Ketika calon itu menang akan dibayar dengan proyek," paparnya.

Sebelumnya, mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengungkapkan fakta mengapa korupsi di Indonesia susah sekali ditekan angkanya.

Menurut Busyro, korupsi kian subur karena praktik politik uang dalam pilkada kian massif bahkan tak jarang terang-terangan.

"Sekarang kecil sekali ada pilkada tak ada duit suapnya," kata Busyro di Yogyakarta, Selasa (24/10).

Busyro memaparkan, praktik pilkada di Indonesia masih diwarnai politik uang. Pelakunya, pemodal besar mengharapkan pamrih proyek di tempat ia mendukung calon kepala daerah.

"Khususnya pemodal hobi bermain kotor untuk mendapat proyek," ujar Busyro

Fakta ini ditemukannya di sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Pilkada di kabupaten itu menelan biaya politik Rp 52 miliar. Padahal di kabupaten itu tak ada sumber pendanaandaerah besar. Busyro lalu mempertanyakan, bagaimana mengembalikan besarnya ongkospolitik itu pada pemodal?

"Ternyata pemodal itu mendapat prioritas pemegang proyek infrastruktur di kabupaten itu jika jagoannya me­nang," ujarnya.

Dari hubungan pemodal den­gan kepala daerah terpilih itu­lah, kata Busyro, segala proyek infrastruktur daerah dipastikan hanya akan menuruti instruksi kepala daerah bersangkutan. Bukan sesuai kebutuhan ke­inginan masyarakat. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya