Berita

Jokowi/net

Politik

HMI: Diam Melihat Reklamasi, Visi Maritim Jokowi Hanya Slogan Belaka

MINGGU, 29 OKTOBER 2017 | 01:00 WIB | LAPORAN:

Masih banyak pulau dan daratan di Indonesia yang kosong bahkan tidak ada pembangunan. Seharusnya itu yang di perhatikan oleh pemerintah, bukan malah membuat pulau baru. Ini terlihat seakan Indonesia miskin pulau.

Demikian disampaikan ‎Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Lingkungan Hidup Cabang Jakarta Pusat Utara Fadli Rumakefing melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (28/10).

"Reklamasi Teluk Jakarta bukanlah solusi untuk menata pembangunan di pesisir pantai utara jakarta, tetapi akan menimbulkan masalah baru," kata Fadli.


Indonesia, khusunya DKI Jakarta kata Fadli tidak bisa berkaca pada Reklamasi Dubai dan Singapura, karena Dubai dan Singapura tidak memiliki wilayah yang rawan banjir, dimana seperti teluk jakarta yang memiliki 13 mata muara sungai yang hidup.

Fadli menejelaskan, Uni Emirat Arab membuat Reklamasi sebagai destinasi wisata demi pembangunan ekonomi nasional meraka, begitu juga dengan Singapura yang membuat Reklamasi untuk memperluas daratan negara mereka.

"Lantas Reklamasi Teluk Jakarta untuk apa dan siapa?," tegas Fadli.

Terlepas dari untuk apa dan siapa, reklamasi Teluk Jakarta juga akan menghilangkan habibat dan identitas para nelayan yang sudah menaruh cita cita dan masa depan mereka di laut.

"Pemerintah keliatannya dilema antara pemodal dan keselamatan ekosistem, ekologis, nelayan, kepentingan nasional dan kepentingan kantong-kantong pribadi," sindir Fadli.

Masih terekam dan teringat diingatan pubik saat Presiden Joko Widodo dengan visi dan misinya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tepatnya  tanggal 13 November 2014 lalu, dalam forum KTT di Myanmar Jokowi menegaskan nelayan sebagai objek vital dalam membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Namun hari ini, visi misi itu hanya sampai pada slogan belaka. Sedangkan reklamasi Teluk Jakarta yang nyata di depan mata sudah mengancam Identitas warga pesisir pantai sebagai nelayan," tegas Fadli.

Untuk itu kata Fadli, HMI mendesak agar Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno harus menepati janji politiknya yang akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta.

"Kami menagih janji Gubernur terpilih Anis-Sandi untuk menghentikan reklamasi dan meminta kepada Presiden Jokowi segera keluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk hentikan Reklamasi Teluk Jakarta demi kepentingan ekosistem, ekologis dan kepentingan nasional. Bukan kepentingan kantong-kantong pribadi," demikian Fadli.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya