Berita

Politik

Ngawurnya Remy Silado

JUMAT, 27 OKTOBER 2017 | 13:16 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

DALAM rangka jatuhkan kredibilitas Anies Baswedan, historian-cum-budayawan (ora jelas) Remy Silado angkat bicara. Dia bilang Anies ngawur.

Silado gusar. Dia masalahin statement Anies yang menyatakan, "Jakarta adalah kota yang paling merasakan penjajahan Belanda di Indonesia. Sebab penjajahan itu terjadi di ibukota. Yang lihat Belanda dari jarak dekat siapa? Jakarta!"

Mestinya, bagi yang ngerti Bahasa Indonesia, statement ini tidak butuh tafsir. Remy Silado is another case. He is unique.


Dia mengartikan Jakarta adalah satu-satunya kota yang merasakan kerasnya kolonialisme. Sehingga dia harus kutip-kutip sejarah perjuangan Aceh, Diponegoro, Pattimura, Sisingamangaraja, Sumpah Pemuda dan sebagainya. Sesuatu yang sudah diketahui sejak kita SD.

Padahal, statement Anies tidak seperti itu. Perhatikan kata "paling" yang digunakan Anies. Itu artinya, bagi Anies (dan semua orang), semua daerah juga alami penindasan kolonialisme. Tapi Jakarta punya pengalaman khusus. Makanya jadi daerah khusus ibukota. Dia jadi "khusus" bukan cuma karena berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Di aspek sejarah juga, Jakarta punya ceritanya sendiri.

Menurut Vickers (A History of Modern Indonesia Cambridge University Press, 2005), Dutch colonial rule mendirikan pusat pemerintahan di Jakarta sejak tahun 1619. So too, Batavia became the center of the Dutch East India Company's trading network in Asia.

Di Jakarta, ada 68 Gubernur Jenderal in total. Zaman Dutch East India Company ada 32 orang, dari Pieter Both (1610–1614) sampai Willem Arnold Alting (1780–1796). Plus Era Dutch East Indies yang punya 36 Gubernur Jenderal. Ngga termasuk Sir Thomas Stamford Raffles, Lieutenant-Governor of British Java (1811–1815).

Jakarta jadi gerbang penaklukan Inggris atas seluruh Tanah Jawa. Tahun 1811, dari Malaka, Lord Muito memerintahkan Sir Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa.

Raffles mengerahkan 60 kapal perang. Menggempur Jakarta. Tanggal 26 Agustus, Jakarta jatuh ke tangan Inggris.

Sebelum Jepang masuk, Jakarta menjadi colonial city selama 320 tahun. Kantor Gubernur Jenderal (Kasteel van Batavia) dan fortress (Fort Jacatra) didirikan di sini. Rijswijk Palace dan Istana Gambir tetap jadi pusat pemerintah Kolonial Jepang (Saiko Shikikan).

Jakarta selalu menjadi enclave The Dutch. Sensus tahun 1699, populasi orang Belanda mencapai 1,783 jiwa. Disamping ada 3,679 Chinese; 2,407 Mardijkers (inlandse Christenen); 670 Mixed blood; dan lain-lain sebanyak 867 orang.

Di akhir abad 19, populasi Jakarta meroket. Tembus 115,887 people, di antaranya 8,893 Belanda (Eropa), 26,817 Tionghoa dan 77,700 indigenous islander.

Tahun 1905, populasi Jakarta dan sekitarnya mencapai 2.1 juta. Termasuk 93 ribu Tionghoa, 14 ribu Belanda dan 2,800 Arab.

Jadi, Anies benar: Jakarta melihat Belanda dari dekat. Remy Silado yang ngawur.

Soal nama Indonesia, Remy Silado kembali nyinyir. Dia ngeledek Anies dengan kutip, Katanya, “Dulu orangtua kami itu pendiri Partai Arab Indonesia…Orang Arab mengatakan tanahairnya Indonesia, tahunnya 1934…Apakah Indonesia sudah ada? Belum!…Mereka menyatakan sumpah tanahairnya Indonesia sebelum Indonesia ada. Tidak ada yang lain, yang melakukan itu kecuali keturunan Arab…”

Silado belaga tersentak dengan menulis,"Astaga! Tahun 1934 belum ada Indonesia?"

Lalu dia kupas soal Adolf Bastian dan JR Morgan yang menciptakan istilah "Indonesia". Ditutup dengan closing statement kurang enak dibaca. Silado bilang, "Kita di Indonesia alpa mengapresiasi J.R. Logan, sementara di Malaysia patung J.R. Logan dipasang di pusat George Town."

Sebelum saya mulai membantah, saya mau saranin sebaiknya Remy Silado pindah saja ke Malaysia.

Sekali lagi, sebenarnya statement Anies tidak perlu diinterpretasi. Jelas. Solid. Kecuali anda anak SD.

"Indonesia" yang dimaksud Anies adalah sebuah negara. Bukan konsepsi ethnografis yang diciptakan James Richardson Logan. Di sini ngawurnya Remy Silado.

Istilah "Indonesia" pertama kali muncul pada tahun 1850. Awalnya ditulis "Indunesians" oleh George Samuel Windsor Earl dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Earl berusaha menciptakan terminologi ethnografis untuk menerangkan "the branch of the Polynesian race inhabiting the Indian Archipelago" atau "the brown races of the Indian Archipelago."

Sedangkan Logan menulis, "I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian islands or the Indian Archipelago. We thus get Indonesian for Indian Archipelagian or Archipelagic, and Indonesians for Indian Archipelagians or Indian Islanders."

Jadi jelas, Adolf Bastian atau JR Logan berbicara seputar ethnografis. Sedangkan Anies bicara soal negara berdaulat. Ngga keliru, bila ada yang dibilang Silado yang ngawur.

Saya menduga, keterangan seputar Adolf Bastian dan JR Logan dicontek dari risalah "Yayasan Nabil" yang dibiayai konglomerat Eddy Lembong (Bos Pharos). Sedangkan jurnalist Andreas Harsono, setau saya, adalah orang pertama yang mengangkat cerita seputar JR Logan. Jadi bisa diasumsikan Remy Silado adalah the third hand party. Makanya ngawur. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya