Berita

Politik

Ibrah Dari Polemik Perppu Ormas

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 02:29 WIB | OLEH: DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK

PERTAMA, kami sejak awal tentu bersepakat dengan upaya pemerintah melawan organisasi yang tidak bersesuaian dengan pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun upaya untuk melawan mereka, jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan demokrasi dan penegakan hukum yang menjadi ruh utama pancasila.

Kedua, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2/2017 tentang organisasi masyarakat (Ormas) yang sudah disetujui oleh DPR RI tersebut berpotensi mengancam demokrasi dan negara hukum karena membuka peluang bagi pemerintah berlaku repressive dan mengabaikan hukum. Pasalnya, kecenderungan kekuasaan memiliki patologi abuse of power, apalagi sudah bermodal legalitàs hukum untuk berlaku represif.

Maka dari itu kami mempersilahkan berbagai kelompok yang tidak bersepakat melakukan protes dengan cara elok melalui proses hukum. Uji materi misalnya, dan menghormati proses demokrasi yang sudah terjadi DPR, meskipun sejatinya menurut saya terang Perppu yang disepakati oleh pemerintah tersebut menciderai demokrasi itu sendiri. Namun, kedewasaan publik menghormati proses demokrasi penting dirawat.


Ketiga, bagi kami polemik Perppu kali ini, memiliki ibrah (pembelajaran) bagi semua pihak, terutama organisasi atau kelompok yang sering menyebut demokrasi dan pancasila adalah sistem kafir, thogut dan tidak Islami. Justru faktanya demokrasi dan pancasila sangat Islami karena memberikan ruang dialog (musyawarah) yang sangat luas dan melawan represifitas.

Bahkan mereka yang menghujat demokrasi saya kira harus berkaca, fakta bahwa demokrasi dan pancasila saat ini ideal dan cocok sebagai ijtihad sistem politik dan nilai bersama yang paling ideal saat ini bagi Indonesia, karena faktanya mereka sendiri berlindung dibalik demokrasi.

Keempat, Perppu yang sudah disahkan DPR bagi kami tidak akan efektif menekan berkembangnya ideologi anti pancasila. Hal itu malah justru memberikan ruang mereka melakukan konsolidasi lebih luas, karena doctrine-doctrine ini seringkali membesar dibawah tekanan penguasa.

Oleh sebab itu memukul tidak selalu efektif untuk meredam mereka, jalan yang paling efektif adalah dialog intens dimana pelurusan cara pandang mereka terkait dengan tafsir agama yang absolut tentang khilafah misalnya, bisa diluruskan. Dialog adalah jalan yang paling beradab melawan ideologi utopis anti pancasila dan demokrasi tersebut. Namun tidak boleh dilawan dengan cara anti demokrasi juga, sehingga sulit membedakan kelompok anti demokrasi dengan pemerintah yang berlaku anti demokrasi juga. [***]

Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya